Sains

6 Tunanetra Ini Bisa “Melihat” Kembali Berkat Teknologi Implan Otak

Serangkaian pengujian implan otak terhadap6 pasien buta berhasil mewujudkan mimpi ke enam penyandang tunanetra untuk bisa melihat kembali.

6 Tunanetra Ini Bisa “Melihat” Kembali Berkat Teknologi Implan Otak
(Shutterstock)
Ilustrasi-Pengujian teknologi implan otak telah membuat enam pasien buta bisa "melihat" 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Serangkaian pengujian implan otak terhadap enam pasien yang kehilangan penglihatannya berhasil mewujudkan mimpi ke enam penyandang tunanetra untuk bisa melihat kembali.

Dilansir dari Press Association, Sabtu (13/7/2019); elektroda yang ditanamkan di kepala tersebut mengirimkan video dari kamera pada kacamata langsung ke otak, tanpa perlu melewati mata dan saraf optik yang berfungsi untuk mengirimkan informasi visual ke korteks visual otak.

Untuk menguji teknologi ini, para spesialis dari Baylor Medical College di Texas dan University of California Los Angeles, Amerika Serikat, meminta para partisipan untuk mengidentifikasi dan memberitahukan keberadaan kotak putih yang muncul secara acak di layar monitor.

Mayoritas partisipan mampu mengetahui letak kotak putih dengan menggunakan implan yang terhubung pada kacamata mereka.

Baca: Tiga Orang ini Memiliki Andil Menjembatani Pertemuan Jokowi-Prabowo

Baca: Live Streaming Indosiar Minggu (14/7) Barito Putera vs Bali United Liga 1 2019, Yakin Tuah SDL

Baca: Jadi Pilihan Tempat Bersantap, Restoran ini Menyediakan Menu Favorit Jokowi-Prabowo

Baca: Imbang 1-1 Pelatih Barito Putera U-18 dan Arema FC Tetap Bersyukur

Teknologi ini juga diuji coba oleh para partisipan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang partisipan, Paul Philip, yang telah buta selama hampir satu dekade berkata bahwa ketika dia menggunakannya untuk berjalan-jalan bersama istrinya, dia bisa mengetahui di mana batas jalan dan rumput. Dia juga bilang bisa mengetahui letak sofa putihnya di rumah dengan implan dan kacamata.

Menanggapi terobosan ini, dosen di University College London dan dokter bedah di Optegra Eye Hospital, Alex Shortt, berkata bahwa teknologi ini membuka banyak potensi bagi banyak orang.

“Sebelumnya, semua percobaan untuk menciptakan mata bionik berfokus untuk mengimplan mata. Artinya, Anda butuh mata dan saraf mata yang bekerja dengan baik,” katanya.

“Dengan melompati mata sepenuhnya, Anda membuka potensi bagi banyak orang. Ini merupakan perubahan paradigma dalam mengobati orang-orang dengan kebutaan total. Ini merupakan pesan harapan yang sesungguhnya,”ujarnya lagi.

Baca: Kisah Keluarga Yatim Piatu dari Landasanulin, Fitri Harus Berjuang Hidupi Dua Adiknya

Baca: Keengganan Ayu Ting Ting Sebut Nama Enji Baskoro Akhirnya Luluh Karena Putrinya Bilqis?

Sayangnya, teknologi ini belum pernah diuji coba pada pasien yang telah buta dari lahir. Peneliti studi dan dokter bedah otak Daniel Yoshor pun mengakui bahwa hasil kerjanya bersama tim ini masih jauh dari apa yang mereka ingin capai.

“Ini merupakan saat yang sangat menyenangkan di bidang neurosains dan neuroteknologi, dan saya merasa bahwa dalam hidup saya, kita akan bisa mengembalikan kemampuan melihat yang fungsional bagi orang-orang yang buta,” ujar Yoshor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkat Implan Otak, 6 Pasien Buta Bisa “Melihat” Kembali"
Penulis : Shierine Wangsa Wibawa

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved