Bisnis

Hemat Operasional Penebangan, Air Asia Harapkan INdonesia Perbanyak Terminal Penerbangan Murah

AirAsia berharap pemerintah menyediakan lebih banyak terminal khusus penerbangan berbiaya murah di Indonesia atau low cost carrier terminal (LCCT)

Hemat Operasional Penebangan, Air Asia Harapkan INdonesia Perbanyak Terminal Penerbangan Murah
wikipedia
Ilustrasi-Terminal penerbangan domestik bandara internasional Chhatrapati Shivaji di Mumbai, India. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - AirAsia berharap pemerintah menyediakan lebih banyak terminal khusus penerbangan berbiaya murah di Indonesia atau low cost carrier terminal  (LCCT).

Keberadaan LCCT menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga operasional tetap efisien sehingga maskapai mampu menjaga tiket pada tarif bawah.

“Sangat bagus saat ini sudah ada LCCT di Bandara Soekarno-Hatta. Indonesia harus membuat lebih banyak lagi LCCT,” ujar Deputy CEO AirAsia Group Bo Lingam, Jumat (12/7).

Adanya LCCT, lanjut Bo, dapat menghemat sejumlah komponen biaya operasional penerbangan.

Ia mencontohkan salah satunya penggunaan garbarata atau aerobridge, jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang.

Baca: Tabrak Pembalap Lain, Gerry Salim Patah Tulang Bahu di Kualifikasi Moto2 FIM CEV Repsol Aragon

Baca: Hanya Jualan Kopi, Pria Tamatan SMA ini Raup Rp 600 Juta Perbulan, Impiannya pun Terwujud

Baca: Live TVRI! Jadwal Siaran Langsung ICC 2019, Ada Manchester United, Juventus & Real Madrid

Baca: Sering Galang Bantuan di Tapin, Komunitas Peduli Tapin Dibentuk oleh Alumni SMAN 1 Rantau

Untuk membangun satu garbarata membutuhkan biaya sekitar US$ 250.000. Sementara, untuk biaya sekali pakai, maskapai harus menggelontorkan US$ 75.

“Bayangkan dalam satu hari kami bisa berapa kali pakai aerobridge? Lebih baik biaya itu kami alihkan menjadi diskon untuk customer sehingga tiket bisa lebih murah” kata Bo.

Akhir Juli ini, AirAsia Indonesia siap memindahkan kantor departemen operasionalnya ke LCCT penerbangan internasional di Terminal 2F.

Adapun, Angkasa Pura II (AP II) mencatat, penumpang LCC khusus rute internasional di Soekarno-Hatta pada 2018 mencapai sekitar 30% dari total penumpang rute internasional 15,5 juta orang.

Baca: Petani Karet Desa Tebingsiring Pasok Bahan Baku Ban Bridgestone, Tak Ada Lagi Rantai Tengkulak

Baca: Bawa Keranda Saat Unjuk Rasa, Warga Tantang Panitia Pilkades di Lampung Selatan Sumpah Poncong

Baca: Sinopsis Film Suzzanna Tayang di ANTV Bernafas Dalam Kubur Tampilkan Luna Maya Jadi Sundel Bolong

Per 24 April lalu, penumpang segmen LCC di Soekarno-Hatta tumbuh menjadi 1,34 juta penumpang, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 1,32 juta penumpang.

LCC Terminal 2F merupakan bagian dari revitalisasi menyeluruh di Terminal 2. Pada 2022, kapasitas terminal diharapkan bertambah menjadi 24 juta penumpang per tahun.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul AirAsia berharap terminal penerbangan murah diperbanyak di Indonesia

 Penulis : Grace Olivia

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved