Pidato Kemenangan Jokwi

Jokowi: Jangan Jadi Oposisi yang Menimbulkan Dendam dan Kebencian, Ingatkan Pancasila

Presiden Joko Widodo menyampaikan ultimatum dan ketegasan di pidato kemenangan sebagai Presiden terpilih, Minggu (14/7/2019).

Jokowi: Jangan Jadi Oposisi yang Menimbulkan Dendam dan Kebencian, Ingatkan Pancasila
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BOGOR - Presiden Joko Widodo menyampaikan ultimatum dan ketegasan di pidato kemenangan sebagai Presiden terpilih, Minggu (14/7/2019).

Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan bahwa dalam demokrasi, mendukung calon presiden dengan mati-matian itu dibolehkan.

Begitu juga dengan kehadiran oposisi. Siapa pun boleh menjadi oposisi, sebab menurut Jokowi hal itu baik untuk demokrasi.

"Menjadi oposisi juga sangat mulia, silakan ingin jadi oposisi," kata Jokowi, dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih dalam acara Visi Indonesia, Minggu (14/7/2019) malam.

"Asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan oposisi yang menimbulkan kebencian, apalagi disertai hinaan, cacian, makian-makian," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca: Pidato Kemenangan Jokowi Ultimatum Pelaku Pungli, Penghambat Investasi dan Pengganggu Pancasila

Jokowi menilai hal itu tidak dapat dilakukan karena bangsa Indonesia memiliki norma agama, etika, dan tata krama. Bangsa Indonesia juga memiliki tata budaya yang luhur.

"Kita harus ingat ini. Pancasila adalah rumah kita bersama. Bersama kita sebagai saudara sebangsa setanah air," ucapnya.

Ultimatum Jokowi

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa tidak ada toleransi bagi mereka yang menganggu Pancasila.

"Saya tegaskan Indonesia adalah rumah bagi semua etnis, penganut agama, dan lainnya. Semua mempunyai hak yang sama di negeri ini," ujarnya dalam pidato kemenangan di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019).

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved