Ekonomi dan Bisnis

Tingginya Harga Cabai di Banjarmasin Diprediksi Hingga Lebaran Idul Adha

Salah satu bahan pangan ini mengalami kenaikan harga yang tidak kunjung turun sejak Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu.

Tingginya Harga Cabai di Banjarmasin Diprediksi Hingga Lebaran Idul Adha
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari sedang melayani pembeli. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di pekan kedua Juli 2019, harga cabai masih relatif tinggi. Salah satu bahan pangan ini mengalami kenaikan harga yang tidak kunjung turun sejak Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu.

Kondisi ini dikeluhkan pedagang di pasar tradisional Banjarmasin, yang mana daya beli konsumen menjadi turun. Sebagian pembeli pun mencari alternatif lainnya untuk menyiasati mahalnya cabai jenis rawit.

Di Pasar Sentra Antasari misalnya, pedagang Cabai dan sayur mayur lainnya, Sey mengatakan, harga cabai saat ini di tempatnya masih dibanderol seharga Rp 80.000 per kg.

"Harganya kan memang sudah tinggi sejak Lebaran, dan hampir dua pekan ini naik kisaran Rp 8.000-10.000," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (14/7/2019).

Ditambahkannya, kenaikan harga cabai rawit dipicu stok yang sempat kosong beberapa waktu lalu. Saat ini pun stok cabai rawit di tempatnya tidak banyak. Tampak tidak semua berwarna merah cerah, ada sebagian yang berwarna hijau.

Baca: Jalur Alternatif ke TPA Banjarbakula Tuntas, PUPR Kalsel Usulkan Peningkatan Jalan di APBD Perubahan

Dia pun memprediksi harga cabai akan tetap tinggi hingga menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H mendatang yang kurang satu bulan lagi.

Pasokan cabai rawit yang dijual Sey dikirim dari Kandangan, ada pula jenis lainnya yakni cabai tiung dipatok seharga Rp 40.000 per kg.

Dia juga menjual cabai merah besar dibanderol Rp Rp 55.000 per kg, cabai besar hijau seharga Rp 27.000 per kg. Ada pula tomat seharga Rp 8.000 per kg, dan wortel dipatok seharga Rp 14.000 per kg.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Aulia mengatakan, stok cabai rawit di tempatnya saat ini sangat menipis.

"Stok saat ini masih namun kualitasnya agak kurang, dan kebanyakan berwarna hijau. Pelanggan masih tetap normal seperti biasa, mereka juga membeli cabai jenis lain," kata Aulia.

Suplai pasokan cabai rawit didatangkan Aulia dari Kandangan, ada pula jenis lainnya yakni cabai tiung dipatok seharga Rp 50.000 per kg, cabai pioner yang dipasok dari Sulawesi seharga Rp 50.000 per kg.

Dia juga menjual cabai merah besar dibanderol Rp 60.000, cabai hijau besar Rp 30.000 per kg, ada pula tomat dijual seharga Rp 7.000 per kg, dan timun Rp 3.000 per kg.

Baca: Wacana Penghapusan Registrasi Pajak Kendaraan Bermotor Akan Berimbas pada ini

Tingginya harga cabai berimbas pula pada pelaku usaha kuliner. Salah seorang pedagang nasi lalapan di Banjarmasin, Bejo mengaku cukup sulit mendapatkan cabai saat ini untuk usahanya tersebut.

"Karena stoknya sedikit, sehingga harganya naik mungkin seperti itu. Saya sebagai pelaku usaha kuliner berharap bisa turun harganya," ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Minggu (14/7/2019), harga cabai rawit merah dipatok Rp 59.250 per kg, cabai rawit hijau Rp 55.850 per kg, cabai merah keriting seharga Rp 58.800 per kg, dan cabai merah besar seharga Rp 56.800 per kg. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved