Berita Banjarmasin

300 Guru SD dan SMP Ikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan

Sebanyak 300 pustakawan SD dan SMP baik negeri dan swasta yang ada di Kota Banjarmasin mengikuti sosialisasi bagi tenaga pengelolaan perpustakaan

300 Guru SD dan SMP Ikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin untuk Banjarmasin Post
Pelatihan pengelolaan perpustakaan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 300 pustakawan SD dan SMP baik negeri dan swasta yang ada di Kota Banjarmasin mengikuti sosialisasi bagi tenaga pengelolaan perpustakaan sekolah SD dan SMP se Kota Banjarmasin.

Acara yang berlangsung di Aula BKD Diklat Pemko Banjarmasin ini di buka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Banjarmasin, H Achmad Husaini mewakili Wali Kota, Senin (15/7/2019).

Menurut Kasi Pengembangan Tenaga Keperpustakaan pada Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin, Hj Mingsih Afrianthy, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk peningkatan layanan pustakawan di era digital, serta pentingnya peran pustakawan dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Ini juga osialisasi PP Perpustakaan nomor 43 tahun 2015," kata Mingsih, Senin (15/7/2019).

Ada pun peserta merupakan pustakawan tingkat SD dan SMP dengan jumlah 300 orang.

Baca: Foto Prewedding Roger Danuarta dan Cut Meyriska Bocor, Fotografer Ini Bagikan Kisahnya

Baca: Biaya Sekolah Putra Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rafathar Capai Angka Fantastis

Baca: Sempat Viral di Medsos Sopir Taksi Online Antar Jenazah, Penjelasan Rumah Sakit Ini Beri Pencerahan

Narasumber di sosialisasi tersebut yakni Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Akhmad Ramadhan SE,ME,AK , CA dan Hj Arbayah yang menjabat Kasi Pembinaan Perpustakaan dari Dispersip Kalsel.

Salah satu peserta, Dewi Syahrizada, mengatakan dirinya sangat bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini.

"Ini menambah ilmu dari nara sumber bagaimana kedepannya mengelola perpustakaan dengan baik di era digital sekarang ini," tandasnya.

Ditambahkan guru di SDN Teluk Dalam 6 Banjarmasin ini, dengan keterbatasan yang ada bagaimana gurunya lebih semangat mengelola perpustakaan.

"Baru si guru menyalurkan semangat itu ke hati mereka supaya siswa berbondong-bondong ke perpustakaan," tandasnya.

Dijelaskan Dewi, sekarang minat baca tergeser ke gadget.

Tinggal bagaimana caranya menarik minat baca dengan datan ke perpustakaan sekolah.

"Saya punya trik sendiri dengan melatih anak-anak menari di perpustakaan. Siswa lainnya yang datang, saya minta membaca buku di perpustakaan," ucap Dewi.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved