Berita Tabalong

Cegah Gizi Buruk, Puskesmas Kelua Berikan Makanan untuk Bayi

Puskesmas Kelua terus berupaya mencegah adanya kasus gizi buruk di seputar Kecamatan Kelua diantaranya dengan memberikan makanan tambahan

Cegah Gizi Buruk, Puskesmas Kelua Berikan Makanan untuk Bayi
net
Ilustrasi - GIZI BURUK 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Puskesmas Kelua terus berupaya mencegah adanya kasus gizi buruk di seputar Kecamatan Kelua. Kegiatan ini, melibatkan langsung masyarakat.

Salah satunya adalah dengan melakukan penyuluhan kepada warga dan pentingnya memberikan makanan yang bergizi bagi anak salah satunya salam kegiatan posyandu. Serta membuat pertemuan labgsung kepada masyarakat.

Lisda salah satu tenaga kesehatan Poli Gizi Puskesmas Kelua mengatakan pada 2018 sempat ada tiga kasus gizi buruk. Namun bukan hanya disebabkan karna kekurangan gizi makanan melainkan adanya penyakit penyerta.

"Penyakit penyerta pada bayi juga bisa menjadi salahsatu penyebab bayi mengalami gizi buruk seperti adanya kelainan jantung atau penderita TBC," ujarnya.

Baca: Di Polda Metro Jaya, Rey Utami Dijebloskan Dalam Sel yang Ada Ratna Sarumpaet

Baca: Sempat Off Setahun, FDJ Asal Banua Ini Kembali Nge DJ di Banjarmasin

Baca: Hotman Paris Terlihat Santai Mendangar Mau Dilaporkan Balik Pablo Benua, Silahkan Laporin aku!

Baca: Kesal Tak Diberi Tempat Duduk di Kereta, Wanita Ini Tiba-tiba Lepas Pakaian Dalam, Selanjutnya?

Karena untuk pengentasan gizi buruk bukan hanya fokus pada makanan anak namun juga berkaitan dengan pencegahan penyakit lain yang menjadi pemicu. "Untuk 2019 belum ada kasus gizi buruk dan semiga tidak ada hingga akhir tahun, kasis gizi buruk tahunlalu yang disertai penyakit penyerta kelainan jantung dan hydrosepalus tidak dapat diselamatkan," ujarnya.

Untuk mencegah gizi buruk Puskesmas Kelua juga memberikan makanan tambahan kepada bayi. Disetiap posyandu juga disediakan makanan bergizi yang diberikan kepada anak anak.

Puskesmas Kelua juga memiliki pelayanan untuk program kesehatan Jiwa. Fasilitas pelayanan ini dimanfaatkan dengan maksimal bagi warga Kelua dan kecamatan lain.

Pasalnya tidak semua Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan Jiwa. Petugas program kesehatan jiwa Saadatul Janna mengatakan pelayanan poli jiwa dilakukan satu bulan sekali.

Dalam setiap kunjungan bisa menerima pasien hingga 60 orang, poli jiwa dibuka setiap hari Selasa yaitu oleh dr Sofian.

Baca: Kalung Syahrini Istri Reino Barack Kalah Mewah dengan Maia Estianty Hingga BCL, Ini Buktinya

Baca: APBD Kalsel Sudah Tersedot Rp 300 Miliar untuk Jalan Bandara, Kini Pemprov Berharap Dibantu APBN

Baca: Dijual Rp 2,39 Miliar per Unit, Baru Diluncurkan BMW X7 The President Langsung Laku 20 Unit

Kebanyakan pasien skizofernia atau kesulitan membedakan mana yang nyata dan yang khayalan.

Pasien yang ditangani saat ini 85 hingga 160 orang, yang merupakan pasien baru dan ulangan. Meskipun hanya seminggu sekali seluruh pasien tetap ditangani dan diperhatikan obat obatan yang dikonsumsinya.

Pihak keluarga bisa mengambilkan obat yang telah diresepkan di Puskesmas sehingga pasien jiwa terus mendapatkan perawatan. (Banjarmasinpost.co id/reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved