Berita Tanahlaut

Darianase Mampet, Pemkab Tanahlaut Berikan Surat Teguran Kepada Usaha yang Diduga Sumber LImbah

Dari jalan raya, Jalan H Boejasin, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, aroma tidak sedap kerab tercium. Ya bau itu disinyalir berasal dari got

Darianase Mampet, Pemkab Tanahlaut Berikan Surat Teguran Kepada Usaha yang Diduga Sumber LImbah
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Saluran drainase terisi limbah dan sampah di Jalan H Boejasin Pelaihari, Tanahlaut keluarkan aroma tidak sedap 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Dari jalan raya, Jalan H Boejasin, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, aroma tidak sedap kerab tercium. Ya bau itu disinyalir berasal dari got atau drainase yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya, drainase itu buntu dan selalu terisi air yang berbau tidak sedap.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Senin (15/7/2019) air yang mengalir pada draisen terlihat coklat keabu-abuan. Selain itu sejumlah sampah, baik itu kantong plastik dan sejenisnya mengisi saluran terbuka tersebut.

Nampaknya, warga pun mengeluhkan akan drainase tersebut, lantas Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanahlaut mulai melakukan tindakan.

Disampaikan oleh Kasi Kebersihan dan Limbah DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut, Ramadhani Suryanata, timnya rutin melakukan pembersihan di saluran terbuka itu. Sebutnya pula pada seminggu terakhir, tim kebersihan sudah membersihkan drainase. Namun keadaan kembali seperti semula.

Baca: Lokasi Ibu Kota Negara yang Baru Harus Forest City, Kalsel Masuk dalam Kriteria Ini

Baca: Rata-rata Transmigran di Kotabaru Ada yang Tinggalkan Lokasi Karena Tidak Tahan

Baca: Shandy Aulia Tiba-tiba Merasa Enek saat Cium Bau Ini, Ternyata Istri David Herbowo Lagi Mengidam

“Dalam minggu kemaren sudah kami bersihkan. Ada banyak pasir dan sampah yang menumpuk disaluran itu. Tapi rupanya air kembali mengisi dan banjir lagi,” ucapnya.

Lantas, cara terbaik untuk penanganan ujar Ramadhani ialah mencari sumber dari banjir tersebut. Yakni diduga penyebabnya satu usaha pencucian kendaraan yang terletak di sekitar lokasi dan juga berada di pinggir jalan.

Pihaknya bakal memberikan surat pemberitahuan sekaligus peringatan kepada pemilik usaha. Selain itu diimbau untuk membuat bak tampungan air sehingga tak lagi limbahnya menuju got dan membuat banjir.

Isi surat tersebut yakni agar pengusaha yang bersangkutan dapat membangun bak lumpur endapan sebelum air yang digunakan menuju saluran parit.

“Dikarenakan tempat usaha yang bersangkutan membuang air limbah secara langsung ke parit. Sehingga terjadi endapan dan membuat air larut menjadi tersumbat, tidak dapat mengalir ke tempat yang lebih rendah,” kurang lebih begitulah isi surat yang bakal diserahkan oleh DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut kepada pengusaha pencucian kendaraan itu.

Kemudian ditambahkan pula oleh Plt DPRKPLH Tanahlaut, Ahmad Hairin, pihaknya memang mengambil langkah untuk member peringatan kepada pengusaha tersebut. DPRKPLH meminta agar usaha pencucian itu memberikan partisipasi untuk mengurangi sampah. Bahkan kalau bisa dihentikan.

“Saat ini penanganan tercepat akan kami sedot terlebih dahulu. Apalagi ini juga dalam penilaian Adipura. Selain itu secara rutin tim juga sudah melakukan pembersihan,” jelasnya.

Tentunya penanganan masalah ujar Hairin ialah mengatasi aliran pada bagian hulu atau sumber masalahnya. Itu juga tegasnya berlaku untuk daerah lain. Karena apabila hanya pembersihan di bagian hilir, maka drainase bakal kembali tersumbat, meski bisa dilakukan.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved