Berita Tanahlaut

Dilepas Liar, Kawin Suntik Tidak Bisa Intensif Dilakukan Pada Kerbau Rawa di Tanahlaut

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan belum bisa menerapkan sistem kawin suntik pada kerbau rawa karena budidaya kerbau kebanyakan masih dilepasliarkan

Dilepas Liar, Kawin Suntik Tidak Bisa Intensif Dilakukan Pada Kerbau Rawa di Tanahlaut
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Puluhan kerbau rawa di Desa Banuaraya Kecamatan Bati-Bati terlihat di dalam kandang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI-  Keberadaan kerbau rawa di Desa Banuaraya, Kecamatan Bati-Bati, Tanahlaut tak luput dari perhatian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut, Suharyo, PPLnya selalu memberikan pembinaan di kawasan tersebut.

Selain pembinaan, pihaknya juga memberikan sejumlah pelayanan. Terutama untuk kesehatan kerbau rawa. Bahkan secara rutin para kerbau tersebut ujarnya diberikan vaksinasi.

"Tak hanya itu, untuk reproduksi ternak kerbau ini pun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya memberikan sistem kawin suntik,"kata Suharyo.

Baca: Warga Jauh-jauh Datang untuk Selfie, Inilah 5 Fakta Helikopter Jatuh di Sawah & Sempat Hilang Kontak

Baca: Tutup 6 Rute Penerbangan, Begini Alasan Sriwijaya Air

Baca: Laga PS Tira Vs Persija Jakarta Liga 1 2019 di Cibinong, The Jakmania Ancam Lakukan Boikot

Baca: Prediksi Pemain Persib Bandung saat Lawan Kalteng Putra Liga 1 2019, Ketar-ketir Tanpa 3 Pilar

Namun, diakuinya, untuk kawin suntik  pihaknya memang belum rutin melakukan kepada kerbau. Karena kebanyakan kerbau di kawasan tersebut merupakan piaraan yang dilepas  liar. Sehingga untuk berkembang biak juga masih harus memanfaatkan kerbau jantan.

“Untuk kerbau, kami masih belum intensif melakukan kawin suntik. Tapi kami sudah menerapkan hal itu disana,” ucap Haryo, Senin (15/7/2019).

Cara ternak secara liar ujarnya menjadi kendala untuk proses kawin suntik. Karena mengalami kesulitan saat menangkap.

Baca: Sinopsis Film Suzzanna Tayang di ANTV Malam Ini, Aksi Luna Maya Jadi Sundel Bolong

Baca: Lion Air & Citylink Turunkan Harga Tiket, Sriwijaya Air Belum Mau Ikuti Keinginan Pemerintah Ini

Baca: Tengah Masak Pentol, Api Sambar Gas Melon yang Bocor, Pasutri di Desa Lampihong Ini Alami Luka Bakar

Sehingga untuk pengecekan birahi kerbau pun menjadi susah dilakukan.

Namun pada intinya, ujar Haryo, sejauh ini pihaknya belum ada kendala besar untuk penanganan reproduksi kerbau yang banyak didapati pada wilayah Kecamatan Bati-Bati dan Jorong ini.

Tentunya, manfaat kawin suntik yang sudah dilakukan kepada kerbau rawa tersebut ujar Haryo cukup efektif.  Bahkan kemungkinanya nmencapai 80 hingga 90 persen berhasil.

(banjarmasinpost.co.id/ isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved