Berita Kotabaru

Dinas Koperasi Sebut Kurang Komunikasi Sehingga Hasil Karya Napi Kotabaruy Tak Terakomodir

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru memiliko banyak ketetampilan. Siapa sangka, rata-rata mereka trlahenghasilkan karya

Dinas Koperasi Sebut Kurang Komunikasi Sehingga Hasil Karya Napi Kotabaruy Tak Terakomodir
banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Hasil Seni Lukis Narapidana di LP Kotabaru, bahan dari kulit telur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru memiliko banyak ketetampilan. Siapa sangka, rata-rata mereka trlahenghasilkan karya baik kerajinan hingga seni lukis.

Sebelumnya, Banjarmasinpost.co.id telah berkunjung langsung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) ini untuk melihat hasil karya mereka. Ternyata banyak sekali hasil karya yang dihasilkan warga binaan LP Kotabaru ini.

Ada yang sudah menghasilkan uang dan ada pula yang masih belum. Sebab, tidak ada yang mengakomodir hasil-hasil kerajinan mereka untuk ditampilkan, termasuk dari Pemerintah Daerah Kotabaru.

Padahal banyak yang dihasilkan di antaranya, gantungan kunci yang terbuat dari kayu hingga plastik. Bukan itu saja, guci hingga ukulele dan gitar telah dihasilkan dari paralon bekas yang dibakar. Banyak pula yang menghasilkan lukisan indah dari kulit telur dan karya lainnya.

Baca: Baru Sebulan di Banjarbaru, Dua Perempuan Ini Diamankan Satpol PP di Eks Lokalisasi Pembatuan

Baca: Rekor Pertemuan & Prediksi PS Tira Persikabo vs Persija Jakarta Liga 1 2019 : Analisa Banuelos

Baca: Kepanikan Barbie Kumalasari Saat Pengacara Galih Ginanjar Mundur di Kasus Hinaan Pada Fairuz A Rafiq


Namun semuanya belum terakomodir sehingga hasil-hasil keterampilan mereka itu hanya dipajang di ruang-ruang petugas. Hanya ukulele dan gitar yang bisa dijual dari kenalan-kenalan keluarga narapidana lainnya.

Kepala LP Kotabaru Suhartomo, melalui Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegitan Kerja, Rudi Hartono dan Suradi selaku Kasubsi Kegiatan Kerja Narapidana, kepada Banjarmsinpost.co.id, belum lama tadi mengatakan keterampilan di LP Kotabaru cukup banyak. Perlu pengembangan yang lebih intens.

Hanya saja, keterbatasan dan hasil-hasil mereka belum mendapatkan tempat. Sehingga, kreatifitas mereka masih sebatas di dalam LP Kotabaru.

"Kami terus melakukan pembinaan meski petugas terbatas. Segala keperluan warga binaan untuk mendukukng kegiatan keterampilan dan seninya terus diupayakan untuk dibantu meski pihak pemerintah daerah belum mengakomodirnya, " katanya.

Dia mengatakan sempat ditampilka. Saat ada acara di Kementrian beberapa waktu lalu di hari Pemasyarakatan. Namun itu tidak maksimal karena hanya sesama dari lembaga pemasyarakatan dari Kementrian. Semenetara diacara umum baik lokal dan Nasional masih belum bisa.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Kotabaru, Zainal Arifin, Senin (15/7/19) memgatakan saat ini memng belum ada hubungan secara Intensbterkait hasil-hasil karya warga binaan LP Kotabaru. Padahal bisa diikut sertakan saat ada kegiatan yang bisa diakomodir Dewan Kerajinan atau pemerintah daerah.

"Harusnya bisa ditampilkan setiap ada kegitan. Namun sepertinya, ada hubungan komunikasi yang masih minim sehingga hasil ketetampilan atau kerajinan warga binaan belum terakomodir. Sayang kalau cuma dipajang saja di ruangan-ruangan di LP, " katanya.

Menurutnya, kedepannya perlu meningkatkan komunikasi agar hasil karya warga binaan itu bisa terakomodir dengan baik. Hasil-hasil mereka itu bisa ditampilkan dan dijual.

"Akan kami upayakan agar bisa ada tempat dan komunikasi antara pihak LP dan daerah harus terjalin, " katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved