Liga 2 2019

Diperlakukan Tak Terpuji Suporter Persis Solo, Ini Kekecewaan Pelatih dan Asisten Martapura FC

Martapura FC sukses menahan imbang 0-0 tuan rumah Persis Solo di lanjutan Liga 2019 di di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (14/7/2019) malam.

Diperlakukan Tak Terpuji Suporter Persis Solo, Ini Kekecewaan Pelatih dan Asisten Martapura FC
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Martapura FC sukses menahan imbang 0-0 tuan rumah Persis Solo di lanjutan Liga 2019 di di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (14/7/2019) malam.

Laga ini tergolong berat bagi tim Laskar Sultan Adam sebab para pemain pelatih dan pelatih terus mendapat perbuatan tidak terpuji dari para pendukung tuan rumah.

"Kalau lawan di lapangan yang kita hadapi biasa tapi suporter yang datang yang membuat kita tidak nyaman," ujar pelatih Barito Putera Frans Sinatra Huwae, Senin pagi.

Beragam teror terus dilakukan suporter terhadap tim tamu untungnya para pemain tidak terpengaruh dan mampu mencuri satu poin.

Meski Frans enggan mengungkapkan teror seperti apa saja yang dialami tim namun dia merasa yakin ini akibat belum pernah menang ya Persis Solo atas Martapura FC.

Baca: Hasil Persis Solo vs Martapura FC di Liga 2 2019 : Skor Akhir 0-0, Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

"Selama saya menangani Martapura FC setahu saya lawan tidak pernah menang atas kita. Mungkin ini jadi pemicu mereka marah ke tim. Kalau kami hal seperti ini sudah sering mengalami di beberapa laga namun kami tetap fokus pada pertandingan saja," kata dia.

Asisten manajer tim Syahrul Raji mengaku sangat kecewa dengan sikap suporter tuan rumah yang memberikan perlakuan tidak terpuji bagi tim.

"Kalau dari hasil kita puas dapat satu poin tapi dari segi perlakuan suporter kita kecewa. Bahkan akibat itu permainan sempat dihentikan wasit karena saya juga menilai mereka sudah anarkis," kata dia.

Dalam laga ini juga terjadi kejadian unik di mana tuan rumah hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit awal bahkan sebelum laga di mulai. Ini akibat kesalahan tim sendiri

Masalah nomor punggung gelandang M Sulthon Fajar (44) yang tak terdaftar. Dalam daftar susunan pemain, eks Persatu Tuban itu tercatat menggunakan nomor 94.

Baca: Hasil Persis Solo vs Martapura FC di Liga 2 2019 Live di Youtube Persis : Skor 0-0 Babak Pertama

Itu membuat pengawas pertandingan, Maryono asal Jawa Timur, melarang Sulthon tampil yang membuat Persis harus bermain dengan 10 pemain.

Keinginan tuan rumah mengganti Sulthon dengan pemain lain juga tak mendapat restu. Sebab dalam aturan, pergantian pemain boleh dilakukan maksimal 15 menit sebelum kick off.

"Ini akibat kesalahan sendiri setiap pertandingan ada aturannya kalau dilanggar wajar lah da ini juga akan menjadi pelajaran bagi tim kami bahwa hal hal sepele jangan sampai dilakukan Dalam setiap laga," kata Frans.

Di pertandingan ini Frans juga nerotasi pemain di posisi penyerang sayap. Rahel Radiansyan yang biasa beroperasi di sayap kiri dan selalu menjadi pilihan dicanangkan. Penggantinya Sandy Pratama yang beberapa pertandingan selalu di parkir.

"Dalam beberapa laga Rahel masih belum memberikan hasil maksimal saya rotasi agar ada Martapura FC lebih baik," ujar Frans.
(banjarmasinpost/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved