Berita Gempa Bumi

Gempa Gamnitudo 7,2, Jumlah Rumah Rusak di Maluku Utara Bertambah Jadi 828 Unit

Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi gamnitudo 7,2 di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus bertambah.

Gempa Gamnitudo 7,2, Jumlah Rumah Rusak di Maluku Utara Bertambah Jadi 828 Unit
ANTARA FOTO/BNPB
Dinding rumah dinas Polsek Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang ambruk karena gempa, Minggu (14/7/2019). Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi gempa bumi magnitudo (M) 7,2 pukul 16.10 di 62 kilometer sebelah timur laut Labuha, Maluku Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi gamnitudo 7,2 di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus bertambah.

Data terbaru yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan menyebutkan, hingga saat ini, jumlah rumah warga yang rusak dan roboh akibat bencana tersebut mencapai 828 unit.

“Data sementara sudah 828 rumah warga yang rusak akibat terdampak gempa,” kata Kepala BPBD Halmahera Selatan, Jalil Efendi saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Ratusan rumah warga yang rusak dan roboh itu, kata Jalil, tersebar di sejumlah desa dan kecamatan, di antaranya di Desa Range-range 300 rumah, Desa Gane Dalam 380 rumah, Desa Sawat 6 rumah, Desa Gaimu 10 rumah, Desa Kou 10 rumah, Desa Lairo 20 rumah, Desa Tomara 40 rumah dan Desa Jere 2 rumah.

Baca: Warga Berlarian dan Mengungsi ke Pegunungan karena Khawatir Tsunami Pasca-gempa Maluku

Baca: Bakal Jadi Lokasi Pemindahan Ibu Kota Negara, Gubernur Sahbirin Noor: Kalsel Siapkan 300.000 Hektar

Baca: Shandy Aulia Tiba-tiba Merasa Enek saat Cium Bau Ini, Ternyata Istri David Herbowo Lagi Mengidam

“Semua rumah yang rusak akibat gempa ini kondisinya rusak berat,” katanya.

Menurutnya, data kerusakan jumlah rumah warga itu masih bisa bertambah karena pihaknya masih terus melakukan pendataan di sejumlah desa dan kecamatan yang ikut terdampak gempa.

"Data ini masih bersifat sementara, jadi jumlahnya masih bisa berubah karena pendataan masih terus dilakukan,” sebutnya.

Saat ini, tambah Jalil, penanganan tanggap darurat masih terus dilakukan untuk para pengungsi yang rumahnya rusak.

Sementara berdasarkan informasi lain yang diterima Kompas.com, keruskaan rumah warga juga terjadi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur. Ada sebanyak 15 rumah warga yang rusak. Tiga rumah rusak sedang di Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah dan 20 rumah rusak sedang dan ringan di Desa Doworo, Kecamatan Gane Barat Selatan.

Selain itu, 40 rumah warga di Desa Ranga-Ranga Kecamatan Gane Timur Selatan juga mengalami kerusakan parah. Dua rumah di Desa Lairo, 7 rumah di Desa Dolik, 4 rumah di Desa Saketa, 10 rumah di Desa Gane Dalam dan sekitar 160 unit rumah rusak berat di Desa Yomen, Desa Kurungan dan Desa Kukupang, Kecamatan Joronga.

Sekretaris BPBD Maluku Utara, Ali Yau membenarkan adanya kerusakan rumah-rumah warga di sejumlah desa dan kecamatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti kerusakan yang terjadi.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 sebelumnya mengguncang Labuha pada pukul 18.10 WIT. Episentrum gempa tersebut berada pada titik koordinat 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Barat atau berjarak 62 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Ada pun gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer di bawa permukaan laut.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved