B Focus Urban Life

Pengusaha Bus Angkutan Dukung Pengoperasian TGB dan Berharap Pemerintah Melengkapi ini

PARA pengusaha PO (perusahaan otobus) umumnya mendukung pengoperasian Terminal Tipe A Gambut Barakat (TGB) atau Terminal Pal 17.

Pengusaha Bus Angkutan Dukung Pengoperasian TGB dan Berharap Pemerintah Melengkapi ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (15/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - PARA pengusaha PO (perusahaan otobus) umumnya mendukung pengoperasian Terminal Tipe A Gambut Barakat (TGB) atau Terminal Pal 17.

Namun mereka menghendaki pelengkapan sarana dan prasarana penunjang.

Terutama menyangkut feeder atau angkutan penghubung antara Terminal Pal 17 dan Terminal Pal 6, Banjarmasin.

"Kan itu masalah krusialnya, karena bersinggungan langsung dengan penumpang," ucap Yasser Arafat, manajemen PO Yessoe, kemarin.

Pasalnya ketika armada angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) pindah ke Terminal Pal 17, otomatis penumpang akan terbebani cost tambahan untuk menuju Terminal Pal 17.

Baca: Akses Menuju TDB Mulus, Beraspal, dan Lebar, Hanya ini yang Menjadi Kendala

Baca: Rahasia Berbahaya Nagita Slavina Soal Raffi Ahmad Disebut, Ibu Rafathar Sampai Tolak Lakukan Ini

Baca: Bandingkan! Gaya Veronica Tan dan Puput Nastiti Devi Saat Dampingi Ahok BTP, Lihat Ekspresinya

Baca: Tubuh Ayu Ting Ting Berbikini Disorot, Teman Ivan Gunawan Itu Malah Begini Direkam di Kolam Renang

"Sebagian penumpang kami kan pedagang. Kalau dari pasar di Banjarmasin menuju Pal 17, kalau ngojek bisa sampai Rp 50 ribu," sebutnya.

Ia bersyukur karena sejak beberapa bulan lalu Dishub Provinsi Kalsel mulai ujicoba operasional BRT (bus rapid transit) dari Pal 6 ke Terminal Pal 17.

"Ini sudah bagus karena membantu mempermudah penumpang menuju Pal 17. Tapi, kan yang beroperasional baru empat unit. Perlu diperbanyak lagi agar bisa melayani penumpang secara lebih memadai," tandas Yasser.

Informasi yang ia dapatkan dari pihak Dishub Kalsel dalam waktu dekat akan ada penambahan 30 unit armada BRT.

Ia berharap rencana ini segera terwujud sehingga feeder dari Pal 6 ke Pal 17 berdetak lancar.

"Kalau armadanya banyak kan mudah mem-fix-kan dengan jadwal keberangkatan PO. Ini semua untuk kenyamanan pelayanan penumpang. Misal jadwal berangkat BRT dari Pal 6 pukul 09.45 Wita lalu jam keberangkatan kami di Pal 17 pukul 10.30 Wita. Jadi kan nyambung waktunya," sebutnya.

Pihaknya juga berharap kelak ada penyatuan tiket PO dengan BRT.

Ini untuk mempermudah pelayanan kepada penumpang.

"Misal tiket BRT dari Pal 6 ke Pal 17 Rp 5.000 dan tiket dari PO ke tempat tujuan misal Rp 100 ribu," sarannya.

Senada diutarakan manajemen PO Yuliana.

"Pada prinsipnya kalau kami dari pihak PO tentu ngikut aturan pemerintah. Tapi harapan kami pemerintah memperhatikan repotnya penumpang ketika harus menuju ke Terminal Pal 17," ucap Arfani, bagian Loket PO Yuliana di Terminal Pal 6.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved