B Focus Urban Life

Pengusaha PO, Sopir serta Organda, Berikan Syarat ini Sebelum Diminta Pindah ke TGB

TEKAD Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan mengoperasionalkan Terminal Tipe A Gambut Barakat (TGB)

Pengusaha PO, Sopir serta Organda, Berikan Syarat ini Sebelum Diminta Pindah ke TGB
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (15/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - TEKAD Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan mengoperasionalkan Terminal Tipe A Gambut Barakat (TGB) mendapat dukungan dari seluruh daerah yang bersinggungan langsung dengan fasilitas publik tersebut.

Pernyataan dukungan disuarakan langsung oleh seluruh pejabat yang mewakili masing-masing daerah pada forum rapat di TGB, pertengahan Februarin 2019 lalu.

Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalsel yang diwakili Kabid Angkutan Jalan Firman Chaidir, Dishub Banjar yang langsung dihadiri kepala dinasnya, HMA Basith.

Penegasan dukungan juga disampaikan Kabid Angkutan Dishub Banjarmasin Kusmarini dan Kabid SPT Dishub Banjarbaru Adi Surya N.

Baca: Rahasia Berbahaya Nagita Slavina Soal Raffi Ahmad Disebut, Ibu Rafathar Sampai Tolak Lakukan Ini

Baca: Bandingkan! Gaya Veronica Tan dan Puput Nastiti Devi Saat Dampingi Ahok BTP, Lihat Ekspresinya

Baca: Akses Menuju TDB Mulus, Beraspal, dan Lebar, Hanya ini yang Menjadi Kendala

Baca: Tubuh Ayu Ting Ting Berbikini Disorot, Teman Ivan Gunawan Malah Begini Saat Direkam di Kolam Renang

Bahkan saat itu Firman menegaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan kalangan PO (perusahaan otobus) dan seluruhnya setuju dipindah ke terminal pal 17.

Ia optimistis pengoperasionalan TGB bisa terlaksana lancar.

Pasalnya inti persoalan cuma pada mata pencaharian.

Jadi, tinggal mengakomodasi kalangan PO dan juru mudi di terminal pal 17 agar bisa kembali memiliki usaha.

Terpenting dicoba dioperasionalkan karena jika tak dicoba, tidak akan tahu dimana kekurangan atau kelemahannya.

Mendengar penegasan dukungan semua pihak tersebut, BPTD Wilayah XV Kalsel makin bersemangat.

Bahkan kemudian ditetapkan mulai 25 Februari 2019 TGB akan dioperasionalkan.

Namun kemudian rencana itu tertunda karena pertimbangan kian dekatnya momen pemilu (17 April).

Pada rapat dengan pelaku usaha PO dan sopir, hal paling mengemuka saag itu adalah keberatan mereka terhadap taksi liar yang kian menjamur.

Aktivitas angkutan pelat hitam itu secara nyata telah menyebabkan turun drastisnya pendapatan mereka.

Karena itu kalangan pengusaha PO, sopir serta Organda mempersyaratkan penertiban taksi liar tersebut sebelum mereka diminta pindah ke TGB.

Saat itu, pihak BPTD menegaskan aspirasi itu akan ditindaklanjuti, namun hal itu dinyatakan merupakan hal berbeda atau tidak ada keterkaitan langsung dengan pengoperasian TGB.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved