Berita Kabupaten Banjar

Tanam Lengkeng di Dataran Rendah, Begini Strategi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Banjar

Dalam membudidayakan tanaman lengkeng seringkali dihadapkan pada permasalahan yang umum dijumpai yaitu sulitnya berbuah.

Tanam Lengkeng di Dataran Rendah, Begini Strategi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Banjar
Nove Arisandi untuk banjarmasinpost.co.id
Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortiuktura Banjar Lily Marlina memperlihatkan buah lengkeng produksi balainya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dalam membudidayakan tanaman lengkeng seringkali dihadapkan pada permasalahan yang umum dijumpai yaitu sulitnya berbuah. Setidaknya ini terjadi pada beberapa varietas tertentu.

Sulitnya tanaman lengkeng berbunga dikarenakan tanaman ini berasal dari daerah subtropika yang mempersyaratkan suhu rendah. Ini berperan penting pada fase pembungaan tanaman.

Karena itu, tanaman lengkeng di Indonesia dulu berproduksi cukup baik hanya di daerah yang bersuhu rendah minimal dua bulan saat kemarau. Di antaranya di Temanggung, Ambarawa, dan Batu.

Tapi beda dengan tanaman lengkeng yang ada di UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura di lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar. Lengkeng di kebun koleksi balai benih setempat selalu berbuah.

Baca: Darianase Mampet, Pemkab Tanahlaut Berikan Surat Teguran Kepada Usaha yang Diduga Sumber LImbah

Baca: Rata-rata Transmigran di Kotabaru Ada yang Tinggalkan Lokasi Karena Tidak Tahan

Baca: Dipercaya Penyedia Biaya Hidup Jemaah Haji ke-6 Kali, Ini Kata Pimpinan Wilayah BRI Banjarmasin

"Lengkeng yang kami tanam di kebun koleksi memang kami pilih varietas yang potensial untuk dikembangkan di dataran rendah seperti varietas Kateki, Kristal, Itoh, dan Pingpong," ucap Kepala UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar, Lily Marlina, Senin (15/07/2019).

Kepala Dinas TPH Banjar H Muhmmad Fachry menuturkan lengkeng (dimocarpus longan) berasal dari daerah subtropis di China bagian selatan. Di Indonesia lengkeng lebih cocok ditanam di daerah dataran tinggi yang iklimnya mendekati subtropis seperti di negara asalnya.

Tapi saat ini telah terdapat varietas lengkeng yang dapat beradaptasi di dataran rendah tropis berketinggian 50-600 meter dari permukaan laut (DPL) dan beriklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan.

Kondisi itu memungkinkan daerah-daerah berdataran rendah seperti di Kabupaten Banjar dapat turut serta menanam buah subtropis ini.

Tdak hanya dalam memilihan varietas, petani di Banua ini juga perlu meniru cara petani tradisional di Thailand untuk mengondisikan lingkungan sekitar tanaman agar suhunya stabil rendah.

"Caranya yakni menyemprotkan atau menyiram air es di sekitar tanaman saat malam," ucap Nove Arisandi, staf teknis pada Seksi Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dinas TPH Kabupaten Banjar.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved