Berita Regional

Ternyata Warga Daerah Ini Bisa Pilih Nopol untuk Kendaraan Sendiri, Ini Penjelasan Korlantas Polri

Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengusulkan bahwa masyarakat bisa memilih pelat nomor atau nopol sendiri

Ternyata Warga Daerah Ini Bisa Pilih Nopol untuk Kendaraan Sendiri, Ini Penjelasan Korlantas Polri
Istimewa
Saat ini pelat nomor untuk kendaraan penumpang pribadi warna dasarnya hitam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengusulkan bahwa masyarakat bisa memilih pelat nomor atau nopol sendiri ketika membeli kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor) baru.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menyatakan, perencanaan kebijakan yang baru dirancang pekan lalu setelah menggelar rapat bersama jajaran dan mitra kerja terkait ini bakal dimulai percobaannya dalam waktu dekat.

"Kita memang baru bicarakan beberapa hari lalu dan sekarang sedang dikonsepkan, disiapkan pilot project-nya. Kita tentukan pilot project ini receptor-nya Metro Jaya (Jakarta Raya), Jawa Tengah, dan Sumatera Utara," jelasnya ditemui Kompas.com di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Terkait mekanismenya sendiri, Refdi masih belum bisa mengatakannya secara pasti.

Baca: Link Live Streaming & Jadwal Liga 1 2019 Pekan Ke-9, Dibuka Laga Persipura Jayapura vs Madura United

Baca: Pemain Muslim Ini Langsung Kabur saat Tim Kriket Inggris Rayakan Kemenangan Memakai Alkohol

Baca: Toyota Recall 60.000 Rush di Indonesia, Terungkap Masalah Vital yang Muncul

"Secara detail masih kita konsepkan, tapi rencananya pemilihan bisa dilakukan secara online. Sehingga masyarakat ketika membeli kendaraaan bisa menentukan nomor polisinya sendiri," ujar Jenderal bintang dua itu.

Menurut keterangan Refdi sebagaimana dilansir laman NTMCPolri, pemilihan nopol tidak bisa sembarangan. Sebelum pemilik kendaraan memilih, akan terdapat beberapa tanda berupa warna yang menandakan ketersediaan nopol.

"Contoh ditandai dengan warna merah itu sudah digunakan, kuning dalam proses, hijau bisa digunakan atau diambil. Ini akan meminimalisir terjadinya penyimpangan," kata Refdi.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved