Berita Tanahbumbu

Harga Jual Karet Tak Sebagus 8 Tahun Silam, Begini Nasib Petani

Fluktuatifnya harga jual karet terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus membuat risau petani.

Harga Jual Karet Tak Sebagus 8 Tahun Silam, Begini Nasib Petani
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Suraji petani karet desa Sumber Wangi, Kecamatan Karang Bintang, Tanahbumbu_2 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Fluktuatifnya harga jual karet terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus membuat risau petani.

Sempat sebulan harga karet mencapai Rp 9.000, kini kembali merosot pada harga Rp 8.200 perkilogram.

Masih jauh dari kestabilan harga karet, membuat risau petani di wilayah khususnya Desa Sumber Wangi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanahbumbu.

Jauh berbeda di tahun 2011 hingga 2013, harga penjualan karet oleh petani mencapai Rp 15.000 hingga Rp 16.000 perkilogram.

Harapan itu kini telah jauh sejak delapan tahun terakhir.

Merosotnya harga penjualan karet tak cukup untuk bertahan hidup dan biaya pendidikan anak sekolah hingga ke jenjang pendidikan lebih tinggi (kuliah).

Sebagian besar petani karet di desa Sumber Wangi terpaksa tidak memelihara kebun secara maksimal.

Padahal kebun karet sumber penghasilan mereka.

Baca: Curhat Aliya Rajasa Saat Antar Cucu SBY Tanpa Ani Yudhoyono, Istri Ibas Ungkap Ini

Baca: Amalan Saat Gerhana Bulan Parsial yang Akan Terjadi Malam Ini, Bukan Hanya Shalat Gerhana Bulan!

Baca: Sosok Misterius Saat Ahok BTP & Puput Nastiti Devi Makan Semeja, Bersama Veronica Tan?

Baca: Deddy Dhukun Dikabarkan Meninggal Dunia, Deddy: Itu Gosip Brother!

Mereka tidak melakukan pemeliharaan dan pemberian pupuk untuk tanaman karet.

Apalagi tidak pernah ada bantuan dari pemerintah atau pemerintah daerah.

Halaman
1234
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved