Berita Tanahlaut

Kawasan Sungaipinang Tanahlaut Langganan Banjir, Begini Saran Solusi Dosen Politeknik Ini

Topografi di wilayah Desa Sungaipinang, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), memang rendah berupa lebak dalam.

Kawasan Sungaipinang Tanahlaut Langganan Banjir, Begini Saran Solusi Dosen Politeknik Ini
istimewa
Jaka Darma Jaya, akademisi, wadir politeknik negeri Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Topografi di wilayah Desa Sungaipinang, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), memang rendah berupa lebak dalam.

"Jangankan tanaman, ditinggali saja sulit. Jadi, persoalan utamanya yang lebih duluharus diatasi yakni banjir," sebut Jaka Darma Jaya, dosen Piliteknik Negeri Tanahlaut, Selasa (16/07/2019).

Ia menuturkan banjir yang kerap meluapi Dunvaipinang terutama di area transmigrasi Sungaipinang, berasal daei pegunungan sekitar. Gunung-gunungnya gundul sehinga resapan pun berkurang. Airnya mengalir (menumpuk) ke Sungaipinang sehingga akhirnya terjadi banjir.

"Memang mestinya berlimpahnya air itu bisa dimanfaatkan apakah dalam bentuk waduk atau irigasi. Itu artinya di wilayah atas (pegunungan) perlu dilakukan penghijauan yang intens agar banyak vegetasi sebagai penyerap air," sebut Jaka.

Baca: ACT Kelola Ribuan Hewan Kurban Terbaik Sejak Bibit

Baca: Mulan Jameela dan Sahabat Jessica Iskandar Gugat Partai Besutan Prabowo, Partai Gerindra

Baca: Cuplikan Gol PS Tira Persikabo vs Persija Jakarta Liga 1 2019, Skor Akhir 5-3, Hattrick Simic

Baca: Asisten Raffi Ahmad Menangis Ceritakan Kondisi Kesehatan Suami Nagita Slavina

Wakil direktur Politala ini mengatakan berdasar riset yang ia lakukan, yang memungkinkan dikembangkan di Sungaipinang yakni pertanian dan perikanan. "Tapi, ya itu tadi, pertama harus dilakukan pembenahan tata airnya dulu," tandasnya.

Penanganannya mesti tepat karena kawasan lebak (gambut) seperti itu saat dilakukan pengolahan tanah. Pirit (zat asam)nya bisa naik dan menyebabkan tanaman mati. "Nah, di beberapa tempat ada yang baik penanganannya yakni mengatur ketinggian lahan. Ini yang perlu dilakukan agar bisa ditanami," kata dia.

Selain itu, varietas toleran juga penting. Hal ini karena karakteristik wilayah seperti itu memang membutuhkan perlakuan khusus. Termasuk varietas bibit tanaman yang akan ditanam pun mesti yang punya keunggulan tertentu.

Baca: Tata Cara dan Niat Sholat Gerhana Jelang Gerhana Bulan Parsial Rabu 17 Juli 2019 Dinihari

Baca: Iyar Akan Tutup Permanen Jalan Tembus Sungai Lulut - Rahayu, Ini Syaratnya Untuk Dibuka Kembali

"Jadi, harus ada support pemerintah. Karena dari aspek mekanisasi pun, perlakuannya juga beda dinandingahan biasa. Seperti penanganan panen dan lainnya. Mesin panennya ada yang khusus untuk lahan rawa," sebut Jaka yang menggeluti bidang lingkungan, limbah industri dan pengolahan hasil alam ini.

Ia mengatakan untuk pengembangan perikanan, relatif lebih mudah diaplikasikan. Ikan air tawar bisa jadi pilihan seperti ikan haruan (gabus) atau papuyu (betok). Ini bisa juga dipadukan pengelolaannya dengan penanamam padi atau yang kerap disebut minapadi.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved