Berita Tapin

Keluh Kesah Petani Karet di Tapin, Zakiah : Sekilo Karet Tak Cukup Beli Seliter Beras

Zakiah, petani karet di Desa Sabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengaku pasrah.

Keluh Kesah Petani Karet di Tapin, Zakiah : Sekilo Karet Tak Cukup Beli Seliter Beras
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Zakiah (tengah), petani karet di Desa Sabah Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin berharap harga karet normal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU -  Zakiah, petani karet di Desa Sabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengaku pasrah.

Kepasrahan itu karena harga jual karet hasilnya menderes tak lagi laku dijual seharga Rp 17 ribu per kilogram.

Zakiah mengaku sehari mampu menjual 48 kilogram karet dari sejumlah pohon karet yang disadapnya.

"Harga jualnya Rp 8000 itu setelah enam hari. Kalau dua atau tiga hari dibeli Rp 6000 per kilogram. Sementara kebutuhan dapur di rumah setiap hari," keluhnya.

Zakiah mengaku baru dari Paringin, Kabupaten Balangan. Pekerjaan disana juga menyadap karet miliknya.

Baca: Masjid Out Door SMKN 3 Banjarmasin Bernama El Rusydi

Baca: Tiga Minggu Dilatih Menjahit, Kelompok Ini Hasilkan Uang dari Menjual Bendera

Baca: Hasil Indonesia Open 2019, Jonatan Christie Kalahkan Wakil Denmark, Marcus/Kevin & Anthony Ginting?

Baca: Jajal Jalan ke Marabahan, Begini Cerita Pengalaman Pertama Klub Moge BRB

Ia pernah merasakan harga karet Rp 17 ribu per kilogram. Seiring waktu harga jual karet kian merosot, Zakiah hijrah ke Kabupaten Tapin. 

"Pohon karet ini punya kerabat saya. Saya baru sekitar lima tahun di Kabupaten Tapin. Saya tinggal di perumnas tidak jauh dari kebun karet ini," katanya. 

Harga jual karet Rp 8000 ribu itu diterima setelah enam hari hasil panen karetnya didiamkan. Itu pun hasil penjualan dibagi dua dengan pemilik kebun karet.

"Tolonglah Pemerintah bagaimana agar harga karet kembali normal. Harga Rp 8 ribu per kilogram itu tidak cukup untuk membeli satu liter beras," katanya. 

Supri, Sekretaris Desa Sabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, mengaku sekitar 80 persen warganya merupakan petani kebun karet.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved