Kriminalitas Banjarbaru

Pelaku Penipuan Penjualan Gas Elpiji Tabung 3 Kg di Banjarbaru Ditangkap, Begini Modusnya

Anwar Effendi (38) warga Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah melakukan aksi penipuan gas LPG 3 kg.

Pelaku Penipuan Penjualan Gas Elpiji Tabung 3 Kg di Banjarbaru Ditangkap, Begini Modusnya
HO/Polres Banjarbaru
Pelaku penipuan penjualan gas elpiji di Banjarbaru diamankan di Polres Banjarbaru. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Anwar Effendi (38) warga Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah melakukan aksi penipuan terkait penjualan gas LPG 3 Kg.

Pelaku melakukan aksinya di Jalan Panglima Batur Kota Banjarbaru. Berawal saat korban ditawarkan untuk menjadi agen gas elpiji tiga Kg sebanyak 100 tabung isi lengkap dengan harga per tabung Rp160.000.

Selanjutnya, korban mengirimkan uang DP sebesar Rp3.200.000. Seminggu kemudian pelaku datang kembali dan meminta uang tambahan dan korban menyerahkan uang tambahan sebesar Rp12 juta. Namun gas elpiji tidak juga datang sehingga korban melapor ke Polres Banjarbaru.

Unit Buser Sat Reskrim Polres Banjarbaru akhirnya berhasil menangkap pelaku penipuan terkait pengadaan gas elpiji tiga kg di Jalan Panglima Batur Kota Banjarbaru pada Jum’at (12/7) tadi.

Baca: Revolusi Hijau Kalsel Dianggap Memenuhi Kriteria Forest City, yang Menjadi Tema Pemindahan Ibu Kota

Baca: Di Mana Pun Ibu Kota Dipilih, Kalsel Tetap Dapat Manfaat, Ada Kaitan dengan Tipe Orang Banjar

Baca: Sudah Perekaman, Satu Tahun KTP-el Tak Kunjung Selesai, Fajar Selalu Diminta Menunggu dan Bersabar

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Aryansyah membenarkan dengan penangkapan pelaku.

“Pelaku diamanakan saat melintas di Jalan Panglima Batur. Korban dari pelaku ada dua orang dengan modus yang berbeda," katanya, Selasa, (16/7).

Satu korban lainnya melapor ke Polsek Banjarbaru Kota dimana pelaku berdalih menjadi penghubung penjualan sebuah toko dan meminta uang kepada pemilik toko sebesar Rp7 juta untuk berangkat ke Jakarta.

Namun ternyata tidak ada pembelinya dan pelaku juga tidak ke Jakarta. Sehingga korban melapor ke pihak berwajib.

“Saat ini pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena kemungkinan ada korban lainnya yang juga ditipu oleh pelaku," lanjutnya.

Pelaku bakal jerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved