Ibu Kota Negara Pindah

Revolusi Hijau Kalsel Dianggap Memenuhi Kriteria Forest City, yang Menjadi Tema Pemindahan Ibu Kota

Ada satu sisi menarik ketika Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN, Bappenas, Rudy S Prawiradinata memberikan penjelasan perpindahan Ib

Revolusi Hijau Kalsel Dianggap Memenuhi Kriteria Forest City, yang Menjadi Tema Pemindahan Ibu Kota
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (16/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ada satu sisi menarik ketika Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN, Bappenas, Rudy S Prawiradinata memberikan penjelasan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari sisi lingkungan hidup.

Dikatakan Rudy, tema besar pemindahan ibu kota baru yakni forest city, bukan lagi membangun taman kota tapi didesain sebagai kota hijau.

"Kita ingin memastikan Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Saat ini, baru satu kota di dunia yang mengklaim sebagai forest city, yaitu London. London awalnya bukan kota hijau, namun kemudian didesain dan dikembangkan menjadi forest city,” jelas Rudy.

Melihat peluang ini, Kalsel sudah tidak diragukan lagi.

Baca: Siap Jika Pemerintahan Negara di Pindah ke Kalsel, Paman Birin Beberkan Keunggulannya

Baca: Datangi Polisi, Sunan Kalijaga Tebar Ancaman pada Sosok yang Sembunyikan Salmafina Sunan

Baca: Kelakuan Raffi Ahmad pada Mantannya, Tyas Mirasih Disorot, Lihat Perlakuan Suami Nagita Slavina Itu

Menurut Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor Kalsel sudah menjalankan revolusi hijau, dan ini kian membaik kualitas lingkungan hidup di Kalsel.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta yang hadir di acara Dialog menambahkan bahwa Kalimantan Selatan sangat memenuhi kriteria kesiapan aspek lingkungan sebagaimana yang telah dipaparkan Rudy.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Kalau bicara terkait lingkungan hidup, ada kata kunci yang tidak boleh lepas, yaitu daya dukung dan daya tampung. Kalau Jakarta, daya dukung dan daya tampungnya rendah, tapi kalau Kalimantan masih bagus. Namun yang masih harus kita perhatikan adalah kebakaran hutan dan lahan. Diperlukan kesungguhan semua pihak serta kegiatan proaktif dan preventif,” jelas beliau.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved