Berita Tapin

Soal Harga Karet, Pemkab Tapin Dorong Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet

pemerintah Kabupaten Tapin didukung Pemerintah Provinsi dan didorong oleh Pemerintah Pusat, sedang gencar meningkatkan mutu bahan olahan karet

Soal Harga Karet, Pemkab Tapin Dorong Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Wagimin, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Harga karet basah atau cair jatuh. Karet basah atau cair rendah nilai jualnya, sekitar Rp 6000 per kilogramnya.

"Harga Rp 6000 per kilogram ini, memang kurang mensejahterakan petani karet di Kabupaten Tapin," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tapin, Wagimin, seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Tapin, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya saat ini pemerintah Kabupaten Tapin didukung Pemerintah Provinsi dan didorong oleh Pemerintah Pusat, sedang gencar meningkatkan mutu bahan olahan karet atau bokar.

Peningkatan itu melalui penyuluhan bagi kelompok tani perkebunan karet agar memberikan perlakuan terhadap bokar sebelum dijual.

Pemerintah Kabupaten Tapin, ungkap Wagimin sudah membantu dengan memberikan asam semut atau cairan khusus agar karet menjadi padat.

Baca: Nikita Mirzani Dapat Komentar Menohok Anwar Fuadi Setelah Jadi Tersangka Atas Laporan Dipo Latief

Baca: Disnak Keswan Tanahlaut Jamin Ketersediaan Sapi Kurban di Tanahlaut Aman, Bahkan Cakup Kalsel

Baca: Dermawan Mindset, Habit, dan Effect: Membentuk Logika Filantropi dalam Berkurban

Baca: Jelang Musim Haji, Harga Telur Naik Tipis, Harga Ayam di Kisaran Rp 26.000 per Kg

Menurut Wagimin, perlu perbaikan mutu dan perlakukan terhadap bokar melalui pengasapan di kelompok petani karet.

"Perlakukan terhadap bokar. Harga jualnya bisa membaik hingga Rp 9 ribu keatas," katanya.

Ada pasar bokar tersendiri, khusus bokar yang bermutu dengan harga yang pantas. Tidak bercampur dengan pembekuan yang tidak bermutu.

Dijelaskan Wagimin, sebagian kelompok petani karet sedang dibimbing agar bokar mereka berkualitas.

Kelompok tani yang mutu bokar berkualitas, tentu mendapat untung banyak dengan harga tinggi.

Ini akan memotivasi kelompok tani lainnya yang perlakukan terhadap bokar seadanya.

Pemerintah Kabupaten Tapin akan melakukan pengawasan terhadap para pedagang pengepul agar menjaga kualitas bokar sesuai perlakukan, jika bokar petani baik dihargai juga dengan baik.

Baca: Bandingkan Aksesori Mewah Syahrini, Istri Reino Barack dengan Maia Estianty Hingga BCL

Baca: Demi Adipura, Pedagang Buah dan Sayur di Pasar Pelaihari di Bahu Jalan Ditertibkan

Diakui Wagimin selama melakukan penyuluhan terhadap kelompok tani, ternyata tak semudah dan berhasil. Perilaku petani karet sebagian masih ingin cepat dapat uang, katanya.

Padahal, lateks basah atau cair tidak langsung dijual. Diberikan perlakukan bokar, petani akan untung besar.

"Pemerintah Kabupaten Tapin tahun ini dengan dana APBN akan membangun gudang karer lembaran atau Sheet di Kecamatan Salam Babaris. Tentu ini akan membuat harga karet menjadi tinggi," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved