Sains

Tak Ada Toilet, Ini Alat Neil Armstrong Tampung Kotoran, Perlu 45 Menit Baru Bisa Buang Hajad

50 tahun lalu, tepatnya 20 Juli 1969, misi Apollo 11 menginjakkan kaki di bulan untuk pertama kalinya.

Tak Ada Toilet, Ini Alat Neil Armstrong Tampung Kotoran, Perlu 45 Menit Baru Bisa Buang Hajad
NASA
Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - 50 tahun lalu, tepatnya 20 Juli 1969, Neil Armstrong, Edwin "Buzz" Aldrin dan Michael Collins  membuat sejarah.

Ke tiga astronot dalam misi Apollo 11 itu berhasil menginjakkan kaki di bulan untuk pertama kalinya.

Sebagai misi pertama, saat itu Neil Armstrong, Edwin "Buzz" Aldrin dan Michael Collins meluncur dalam kondisi serba terbatas.

Saat itu para pakar NASA lebih fokus memikirkan bagaimana membawa astronot ke bulan dan memulangkan kembali ke Bumi dalam keadaan selamat. Tak heran, urusan toilet bukan prioritas.

"Buang air besar dan buang air kecil adalah hal yang mengganggu perjalanan ruang angkasa, bahkan sejak penerbangan berawak pertama ke luar angkasa," tulis NASA tentang misi Apollo 11.

Baca: Air Perasan Tebu Ternyata Miliki Kelebihan dari Air Gula, Simak 4 Perbedaan Kandungannya

Baca: Biarkan Bangkai Beruang Kutub setelah Menembaknya, Pria Alaska Terancam Dipenjara

Baca: Meluncur 25 Juli di Indonesia, Realme X Juga Hadirkan Edisi Khusus Spider-Man

Melansir Science Alert Minggu (14/7/2019), Armstrong dan tim terpaksa menggunakan sebuah tas untuk buang air besar. Jangan dibayangkan bagaimana aromanya, yang pasti sangat busuk.

Sementara untuk buang air kecil, mereka menampung di sebuah alat mirip kondom (alat ini dipakai dan diganti setiap hari) yang disambungkan ke tas dengan selang pendek.

Dalam hal ini NASA menceritakan, tumpahan air seni sering terjadi. Beruntung, semua awak dalam misi ini pria.

Pada misi Apollo, para astronot buang air kecil dengan menggunakan benda ini.
Pada misi Apollo, para astronot buang air kecil dengan menggunakan benda ini. (NASA)

"Karena tidak ada toilet, kami menerapkan alat yang bisa mengumpulkan kotoran selama penerbangan, yakni dengan tas yang ditempel ke pantat untuk menampung kotoran," tulis NASA.

Alat yang  disebut "tas tinja" itu dilengkapi dengan kompartemen untuk kertas toilet dan sarung tangan agar para astronot tetap bersih ketika menempatkan tas di pantat.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved