Bisnis

Tidak Tersedia di Kantor BEI Kalsel, SBR007 Dapat Dibeli di Mitra Resmi Kemenkeu

Pemerintah telah menawarkan Surat Utang Negara (SUN) Ritel seri Savings Bonds Ritel 007 (SBR007). Penawaran dilakukan pada 11-25 Juli 2019.

Tidak Tersedia di Kantor BEI Kalsel, SBR007 Dapat Dibeli di Mitra Resmi Kemenkeu
Banjarmasinpost.co.id/Mariana.
Aktivitas di Kantor Perwakilan BEI Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah telah menawarkan Surat Utang Negara (SUN) Ritel seri Savings Bonds Ritel 007 (SBR007). Penawaran dilakukan pada 11-25 Juli 2019.

Di Kalsel khususnya Banjarmasin, investasi berupa surat berharga dari pemerintah tersebut tidak tersedia di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalsel.

"Karena BEI khusus investasi pasar modal, untuk investasi Surat Utang Negara (SUN) seri SBR007 bisa didapatkan di mitra atau agen resmi Kementerian Keuangan," jelas Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin kepada Banjarmasinpost.co.id.

Menurutnya, informasi terkait lebih detail bisa langsung ke Perbankan yang bertindak sebagai agen. Umumnya penjualan akan ramai saat hari-hari terakhir penawaran.

Baca: Perempuan Bunuh Diri di Pengaron Ternyata Pelajar, Diduga Gantung Diri Gara-gara Putus Cinta

Baca: NEWSVIDEO : Kelotok Sekolah Bocor, Guru dan Murid SDN Basirih 10 Banjarmasin Lewati Jalan Setapak

Baca: KTP Palsu Pablo Benua Terungkap Saat Kasus Hinaan Galih ke Fairuz, Nama Asli Suami Rey Utami

Baca: Bupati Abdul Wahid Sampaikan Pesan Ini Saat Lepas Jamaah Calon Haji HSU

"Berdasarkan SUN yang diterbitkan sebelumnya, SBR ini kurang diminati. Namun untuk seri 007 belum tahu seperti apa karena Kemenkeu sendiri sangat gencar mensosialisasikannya," kata Herry.

Sementara itu, investor muda Banjarmasin, Novalia Afsari mengatakan, saat ini dia masih berinvestasi di pasar modal atau saham.

"Belum tertarik, karena saat ini masih fokus di investasi saham saja. Mungkin saya harus belajar dan cari tahu dulu SUN dan SBR seperti apa, resiko dan keunggulannya," kata dia.

Minimal pembelian Rp 1 juta, menurut Novalia cukup berat bagi dia yang masih mahasiswa. Namun tifak menutup kemungkinan nantinya bakal berinvestasi surat berharga tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,25 persen atau 16 poin di level 6.401 pada penutupan perdagangan Selasa (16/7/2019).

Baca: Jelang Penilaian Adipura, Pemkab Tabalong Benahi Kelembagaan

Baca: Kebakaran Lahan Mulai Muncul di Balangan, Hotspot Terlacak di Daerah Ini Lokasinya

Baca: Soal Harga Karet, Pemkab Tapin Dorong Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet

Pada perdagangan hari ini IHSG berakhir di zona merah dipicu oleh aksi ambil untung (Profit Taking) investor terhadap sejumlah saham yang sudah mengalami kenaikan cukup tinggi serta melemahnya nilai tukar rupiah dan sebagian besar harga komoditas.

Sektor industri dasar dan properti yang masing-masing berkurang 7 poin atau 0,91 persen dan 3 poin 0,69 persen menjadi penekan pergerakan indeks hari ini.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperdagangkan melemah tipis 15 poin atau 0,11 persen di level Rp 13.935. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 14,3 miliar di pasar reguler. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved