Berita Regional

108 Dosen UGM Resah dan Ajukan Mosi Tidak Percaya, Setelah Gaji Mereka Dipotong Pajak 68 Persen

Sebanyak 108 dosen dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan mosi tidak percaya kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan

108 Dosen UGM Resah dan Ajukan Mosi Tidak Percaya, Setelah Gaji Mereka Dipotong Pajak 68 Persen
dokumen
Universitas Gajah Mada (UGM) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebanyak 108 dosen dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan mosi tidak percaya kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan Keuangan dan Sistem Informasi, serta Direktur Keuangan.

Mosi tidak percaya ini karena algoritma pemotongan pajak penghasilan yang dinilai tidak transparan dan kurangnya sosialiasi pemotongan pajak.

Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto mengatakan, UGM sebagai lembaga institusi yang diberi mandat oleh peraturan perpajakan membuat kebijakan sistem pemotongan perpajakan.

"Informasi-informasi tentang kebijakan maupun instrumen pendukung yang menjadi dasar dalam proses pemotongan pajak itu menimbulkan keresahan bagi para dosen," ujar Sigit Riyanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/07/2019).

Pada Maret 2019, 108 dosen menyatakan dalam surat mosi tidak percaya. Surat mosi tidak percaya ini dikirimkan kepada Rektor UGM dan Majelis Wali Amanat UGM.

Baca: 4 Fakta di Balik Pelukan Damai Dewi Perssik & Rosa Meldianti, Benarkah Permintaan Mendiang Ayah?

Baca: Karma Perbuatan Pablo Benua Diungkap Istri Pertama, Masa Lalu Suami Rey Utami Dibongkar Satu Persatu

Baca: Cerita Bahagia Bergabungnya Jacksen F Tiago di Persipura Jayapura, Tinggalkan Barito Putera

Sigit mengungkapkan, para dosen ingin membayar kewajibannya sebagai wajib pajak sesuai dengan peraturan yang ada. Namun, sistem pemotongan tidak sesuai peraturan.
Dipotong pajak hingga 68 persen

Keresahan selanjutnya, yakni tidak jelasnya dan tidak transparannya algoritma pemotongan pajak.

Sigit mencontohkan, antara bulan Januari dan Mei, penghasilan dosen tidak dipotong pajak besar. Namun pada Juni, gaji langsung dipotong pajak sangat tinggi.

"Pemotongan pajak ada yang 68 persen dan lain-lain. Ini kan tadi, kebijakan tidak sesuai dengan peraturan," ucapnya.

Ia menyebutkan, ada klasifikasi pemotongan pajak penghasilan, mulai 5 persen, 15 persen, hingga 30 persen sesuai dengan penghasilannya.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved