Jeritan Hati Petani Karet

Bokar yang Tercampur Kayu dan Air Ikut Mempengaruhi Harga Karet Petani

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalsel, Andreas, mengatakan selain harga dunia, harga karet juga sangat bergantung pada kualitas

Bokar yang Tercampur Kayu dan Air Ikut Mempengaruhi Harga Karet Petani
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (176/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalsel, Andreas, mengatakan selain harga dunia, harga karet juga sangat bergantung pada kualitas sadapan petani.

Rata-rata kadar kekeringan bokar dari petani hanya berkisar 50 persen.

Baca: Begini Akal-akalan Jemaah Haji Simpan Rokok, darui Diselipkan di Kain Ihram hingga Tempat Beras

Baca: Terpilih Gara-gara Pasang Foto Edit Cantik di Surat Suara, Kasusnya Berujung di Gugatan MK

Baca: Tak Kalah dari Sunan Kalijaga! Sosok Ayah Taqy Malik, Eks Mertua Salmafina Sunan Pengusaha Tambang

Selain itu bokar kerap tercampur seperti kayu dan air.

"Kalau sudah tercampur kontaminan, misalnya lima ton bokar yang diangkut ke truk, setelah di cek hanya setengahnya atau kurang lebih 2,5 ton kadar bokarnya. Sedangkan untuk pembayaran upah truknya harus full tidak bisa dikurangi. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan pabrik terkait harga tadi," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved