Berita Jakarta

Gemar Naik Gunung Pakai Kebaya, Ini Kisah Sosok Perempuan Bernama Rahmi Hidayati

Berkebaya identik dengan ribet dan susah bergerak. Namun, anggapan itu dipatahkan oleh Rahmi Hidayanti yang sering menggunakan kebaya ketika naik gunu

Gemar Naik Gunung Pakai Kebaya, Ini Kisah Sosok Perempuan Bernama Rahmi Hidayati
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati sering naik gunung sambik berkebaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berkebaya identik dengan ribet dan susah bergerak. Namun, anggapan itu dipatahkan oleh Rahmi Hidayanti yang sering menggunakan kebaya ketika naik gunung.

Menjadi pecinta alam ketika duduk di bangku kuliah membuat aktivitas naik gunung sudah tak asing bagi Rahmi. Namun, naik gunung dengan berkebaya baru dijalaninya selama beberapa bulan terakhir.

Beberapa gunung telah ditaklukannya sambil menggunakan kebaya. Beberapa di antaranya adalah Gunung Semeru, Ciremai, Gede, Rinjani, dan Pegunungan Arfak (Pegaf).

"Terakhir ke Ciremai, Februari atau Maret kemarin. Yang pakai kebaya saya sendiri, teman saya satu lagi pakai kebaya setelah sampai atas," kata Rahmi ketika ditemui di Museum Nasional, Selasa (16/7/2019).

Awal mula ia konsisten mengenakan kebaya adalah 2014 lalu. Di tahun itu pula ia membentuk Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia.

Suatu hari di 2014 ketika Rahmi turun dari Gunung Rinjani, ia berpapasan dengan rombongan yang hendak sembayang ke pura di atas gunung. Rahmi begitu kagum melihat para perempuan yang ada di rombongan tersebut berjalan mengenakan busana adat lengkap dan alas kaki yang tentu jauh tampilannya dari sepatu gunung.

Baca: Perut Buncit Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Disorot, Eks Ajudan Veronica Tan Banjir Doa

Baca: Senyum Kecut Luna Maya Diberi Kado Foto Berbingkai, Gambar Reino Barack atau Ariel NOAH?

Baca: Pesepeda Solo dari Banjarmasin ke Pontianak Mampir di Kapuas, Eko Subiyantoro Sempatkan Diskusi

Di situ lah ia mulai mencoba naik gunung menggunakan kebaya.

"Saya berpikir, coba ah naik gunung pakai kebaya," kata wanita pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya ini.

Karena sudah terbiasa memakai kebaya sehari-hari, setelan tersebut tidak menyulitkan Rahmi ketika naik gunung. Termasuk ketika mengenakan kain sambil memanjat.

Hanya saja, di awal-awal mencoba naik gunung sambil berkebaya, Rahmi masih mencoba mencari cara mengikat kain yang pas sehingga tidak menghalangi gerak kakinya ketika naik gunung.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved