Berita Tanahbumbu

Ke Mana Jatah LPG 3 Kg untuk Sarigadung, Tanahbumbu? Tiga Bulan Tak Dapat LPG Warga Mengeluh

Warga desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Tanahbumbu khususnya di empat RT mengeluh. Sudah tiga bulan ini tak lagi menerima pasokan gas LPG.

Ke Mana Jatah LPG 3 Kg untuk Sarigadung, Tanahbumbu? Tiga Bulan Tak Dapat LPG Warga Mengeluh
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Proses pembagian LPG 3 kg di Kelurahan Antasan Besar Banjarmasin, Selasa (29/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Warga desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Tanahbumbu khususnya di empat RT mengeluh. Sudah tiga bulan ini, mereka tidak lagi menerima pasokan gas LPG 3 kilogram.

Keluhan warga empat RT di desa Sarigadung, tidak lagi mendapat pasokan gas melon subsidi pemerintah.

Sementara harga dieceran rata-rata Rp 40 ribu pertabung, selain juga sulit didapat.

Hari, salah seorang warga mengeluh karena lebih kurang dua bulan sulitnya mendapat gas melon lantaran tidak ada lagi pasokan dari pangkalan.

Menurut dia didapat informasi, tidak ada lagi pasokan LPG untuk warga di wilayah Sarigadung. Karena jatah untuk desa tersebut di suplai ke daerag lain.

"Kalau enda salah ke Kepayang. Kalau saya enda salah," kata Hari kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (17/7/2019).

Baca: FestivalAnd akan Hadir di Murjani Banjarbaru pada 19 Sampai 21 Juli 2019, Buruan Beli Tiketnya

Terkait kesulitan dialami, terlebih ibu rumah tangga yang bergantung dengan LPG untuk keperluan dapur. Berharap perhatian pemerintah daerah dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri).

"Harus ada solusi dari Disdagri, entah bagaimana solusinya," harap Hari.

Kepala Desa Sarigadung Zubaidi dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan adanya keluhan warga soal kesulitan warga mendapatkan LPG.

"Orang-orang (warga) menanyakan masalah gas itu. Sudah hampir tiga bulan masalahnya. Tapi saya sekarang masih di luar kota," ujar Zubaidi.

Kepala Disdagri Tanahbumbu Deny Hariyanto menjelaskan, khusus di wilayah Sarigadung sebenarnya ada lima pangkalan. Secara hitungan dengan keberadaan lima pangkalan harusnya mencukupi untuk kebutuhan warga.

Baca: HUT Kodam, Kodim 1002/Barabai Gelar Cek Kesehatan Gratis Masyarakat di Pegunungan Meratus

Namun pada kenyataannya masih kurang, apalagi adanya pemindahan distribusi satu pangkalan ke wilayah Kusan Hulu.

"Pemindahan itu atas dasar rekomendasi dari Pertamina. Kami (Disdagri) tidak punya kewenangan," ujarnya.

Maka dari itu menjadi solusinya, kata Deny, adalah penambahan kuota dengan membuat rekomendasi ke pangkalan. Namun belum mendapat persetujuan pertamina.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved