Jeritan Hati Petani Karet

Kemarau Ikut Mempengaruhi Hasil Sadapan Karet, ini Kesulitan yang Dirasakan Petani di Lampihong

Keluhan mengenai harga juga disampaikan Yanur (39), petani dari Desa Kusambi Hilir Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan.

Kemarau Ikut Mempengaruhi Hasil Sadapan Karet, ini Kesulitan yang Dirasakan Petani di Lampihong
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (176/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keluhan mengenai harga juga disampaikan Yanur (39), petani dari Desa Kusambi Hilir Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan.

"Beberapa tahun terakhir Rp 6.500 per kilo. Kalau dulu bisa sampai Rp 9 ribu," ujarnya.

Kondisi ini diperparah musim kemarau seperti sekarang.

Hasil sadapan jauh menurun.

Baca: Ayu Ting Ting Diusir Satpam Gara-gara Ruben Onsu, Teman Ivan Gunawan Ungkap Cerita Sebenarnya

Baca: Zakiah Tak Lagi Bisa Merasakan Harga Getah Karet di Atas Rp 8 Ribu Seperti Dulu

Baca: Kronologi Penyakit Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules, sang Istri Singgung BPJS Kesehatan

"Kalau kemarau banyak daunnya jatuh dan kulit pohon mengeras," katanya.

Biasanya getah karet yang dijual merupakan hasil sadapan 3-4 hari.

"Mau bagaimana lagi, terpaksa juga cepat supaya dapat uang," katanya.

Sementara kepala dinas perkebunan di Balangan tak mau berkomentar saat dikonfirmasi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved