Berita Banjarmasin

Lurah Sungai Lulut Tidak Rekomendasi Jalan Karya Budi II Sebagai Akses Alternatif, Alasannya?

Harapan pemerintah yang ingin menjadikan Jalan di Komplek Komplek Karya Budi II Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk menuju Rahayu

Lurah Sungai Lulut Tidak Rekomendasi Jalan Karya Budi II Sebagai Akses Alternatif, Alasannya?
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizky Abdul Gani
Jembatan kayu di Sungai Lulut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harapan pemerintah yang ingin menjadikan Jalan di Komplek Komplek Karya Budi II Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk menuju Rahayu Kota Banjarmasin, Kalsel sebagai jalan alternatif pasca perbaikan jembatan Sungai Lulut, sepertinya akan menemui hambatan.

Hal itu menyusul selain belum terselesaikannya secara keseluruhan pengerjaan jalan alternatif terlebih pembangunan jembatan sebagai penghubung, juga aksi penutupan jalan pemukiman yang dilakukan warga.

Sementara Lurah Sungai Lulut, Djamaluddin saat dikonfirmasi terkait penutupan jalan tembus Karya Budi II Sungai Lulut - Rahayu Banjarmasin oleh warga itu pun, mengaku sudah mengetahuinya.

Ia juga mengatakan tidak banyak yang bisa ia lakukan mengingat status jalan alternatif yang ditutup tersebut memang berada di lahannya.

Baca: LINK Live Streaming Trans7 Indonesia Open 2019 Rabu (17/7), Cek Link TVRI & Youtube Djarum Badminton

Baca: Kronologi Pramugari Dilecehkan Direktur Maskapai Diungkap Hotman Paris, Dua Direksi yang Ajak Tidur

Baca: Gangguan Kejiwaan Barbie Kumalasari Diungkap Psikolog, Istri Galih Ginanjar Tak Sadar Berbohong?

" Iya sudah tahu. Dan itu memang lahannya dia. Makanya susah meskipun dipaksakan, karena haknya untuk menutup jalan," jelas Djamaluddin.

Justru harapan terbesar Lurah Sungai Lulut, jika pun jalan tersebut dijadikan akses alternatif sebetulnya tertuju pada penyelesaian pembangunan jembatan yang belum ada.

Sehingga pengendara yang hendak keluar kota atau sebaliknya seiring perbaikan tiga jembatan di Sungai Lulut berjalan, pun bisa melewati jalan tembus tersebut.

" Kalau sekarang, kan jembatan penghubung Karya Budi dan Rahayu belum ada. Meskipun dipaksakan sebagai jalan alternatif, saya tidak merekomendasikan karena di sana juga banyak jembatan sudah rusak kawatir justru membahayakan bagi pengendara," ungkapnya.

Djamaluddin juga mengaku sebetulnya sudah lama mengusulkan pembangunan jembatan di Jalan Tembus Karya Budi II - Rahayu itu. Namun lantaran belum ada realisasi sehingga kondisinya pun belum maksimal dimanfaatkan.

" Kalau usulan bahkan sudah saya ajukan sejak 2017 lalu. Tapi menurut informasi, jembatan itu rencananya akan dibangun pihak pemko. Dan terakhir, katanya mereka sedang dalam tahapan negosiasi eksekusi bangunan penggiling padi," jelasnya.(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved