Berita HSS

Murid Baru di SDN Kalumpang Kabupaten HSS Hanya Tiga Orang, Guru Pun Lebih Fokus Mendidik

Sampai tahun ajaran 2019, total jumlah siswa di SDN Kalumpang Selatan, HSS hanya 28 orang. Idealnya, satu kelas 28 sampai 30 orang.

Murid Baru di SDN Kalumpang Kabupaten HSS Hanya Tiga Orang, Guru Pun Lebih Fokus Mendidik
banjarmasinpost.co.id/hanani
Suasana SDN Kalumpang Selatan, di Desa Kalumpang, Kecamatan Kaumpang, Kabupaten HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ada yang unik di SDN Kalumpang Selatan, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Salah satu sekolah di daerah perairan rawa tersebut, murid barunya hanya ada enam orang. Ini bukan karena diberlakukannya sistem zonasi. Tapi karena memang anak-anak di sekitar Desa Kalumpang tersebut sangat sedikit.

“Tak hanya tahun ini muridnya sedikit. Tahun sebelumnya pun begitu. 2018 lalu hanya enam orang,”ungkap Kepala Sekolah, Hj Asmah, ditemui banjarmasinpost.co.id, Rabu (17/7/2019).

Dijelaskan, sedikitnya jumlah siswa, selain karena faktor sedikitnya anak-anak di desa sekitar karena penduduknya cukup jarang, juga karena adanya beberapa sekolah, dengan jarak sekitar 500 meter atau setengah kilo meter.

Baca: DPRD Kalsel Soroti Seleksi PPDB Menggunakan KIP, Sarankan ini untuk Para Kepala Sekolah

Sekitar 500 meter dari Desa Kalumpang, ada SDN Kalumpang dan SDN Baruh Tarate dekat Pasar Kalumpang. Sedangkan setelah Desa Kalumpang, ada SDN Karang Paci dan SDN Balimau sehingga secara jumlah penduduk yang jarang, membuat sekolah kekurangan murid. “Jadi sistem zonasi atau tidak zonasi, kondisi sekolah kami sepert ini,”ungkap Asmah.

SDN Kalumpang Selatan, di Desa Kalumpang, Kecamatan Kaumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu (17/7/2019). Sekolah ini hanya memiliki tiga siswa baru dan total jumlah siswa ada 28 orang pada tahun jaran 2019
SDN Kalumpang Selatan, di Desa Kalumpang, Kecamatan Kaumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu (17/7/2019). Sekolah ini hanya memiliki tiga siswa baru dan total jumlah siswa ada 28 orang pada tahun jaran 2019 (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Meski demikian, jelas Kepsek para orang tua dan siswa tidak berkecil hati. Demikian pula para guru, menjadi lebih mudah memberikan perhatian dengan jumlah murid sedikit tersebut. SDN Kalumpang Selatan Selatan sendiri berdiri di atas lahan rawa yang berair. Sampai tahun ajaran 2019, total jumlah siswa hanya 28 orang. Idealnya, satu kelas 28 sampai 30 orang.

Meliputi siswa kelas I enam orang dimana tiga orangnya siswa lama yang tak naik kelas. Kelas II empat orang, III tujuh orang, kelas IVempat orang, kelas Vempat orang dan kelas enam lima orang. Total pengajar berstatus PNS ada 8 orang plus penjaga sekolah. Selebihnya guru honor untuk kelas V, pegawai perpustakaan dan operator sekolah.

Baca: Polemik PPDB 2019, DPRD Kalsel Tak Bisa Berbuat Banyak karena Alasan ini

Kondisi lingkungan sekolah yang berair karena di atas lahan rawa, membuat pihak sekolah tak bisa menyelenggarakan upacara bendera maupun kegiatan olah raga , kecuali musim kemarau yang membuat air di lingkungan sekolah kering. Meski minim siswa, menurut Kepsek, dari sisi prestasi akademik bisa bersaing dengan sekolah lain se-Kabupaten.

SDN Kalumpang Selatan, di Desa Kalumpang, Kecamatan Kaumpang, Kabupaten HSS, Kalsel.
SDN Kalumpang Selatan, di Desa Kalumpang, Kecamatan Kaumpang, Kabupaten HSS, Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

“Tahun 2018 lalu, peringkat nilai tertinggi siswa kami di peringkat kedua se-Kabupaten. Tahun 2019 berada di peringkat ke delapan. Artinya, masih masuk 10 besar se-Kabupaten,”ungkap Asmah.

Saat BPost berkunjung ke sekolah, siswa baru sudah dipulangkan, karena jam belajar mereka hanya sampai pukul 12.30 wita. Sedangkan kelas lainnya, sampai pukul 15.30 wita. “Mulai tahun ini kami mencoba full day school, sehingga siswa punya waktu libur Sabtu dan Minggu,”pungkas Asmah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved