Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO : Ada Peternakan Bebek di Rutan Pelaihari, Hasil Telurnya Dijual ke Rumah Makan

Puluhan bebek di Rumah Tahanan (Rutan) Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut dua bulan terakhir menjadi peliharaan Samidi.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Puluhan bebek di Rumah Tahanan (Rutan) Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut dua bulan terakhir menjadi peliharaan Samidi.

Lelaki yang merupakan warga binaan di Rutan tersebut mendapatkan kepercayaan memelihara bebek petelor yang menjadi satu ternak pada tempat tersebut.

Setiap harinya, semenjak berperan dalam pemeliharaan bebek, Samidi bertugas mengawasi dan memelihara bebek tersebut. Ia bersama satu orang temannya juga setiap pagi mengambil telor bebek di kandang yang tersedia. Begitu juga menyediakan pakan.

Tinggal hitungan minggu lagi, Samidi bisa bebas dari Rutan Pelaihari. Namun ujarnya itu juga tergantung dari keputusan pusat. Pastinya jelas lelaki tersebut, saat ini ia dipercaya memelihara bebek yang artinya, dirinya sudah minim security dari Rutan Pelaihari.

“Kesempatan ini juga menjadi pembelajaran saya ke depan. Jadi nanti saat bebas, saya sudah memiliki keahlian dalam memelihara bebek,” ucapnya, saat ditemui di kandang ternak bebek Rutan Pelaihari, Tanahlaut, Jalan A Syairani, Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel, Rabu (17/7/2019).

Baca: FestivalAnd akan Hadir di Murjani Banjarbaru pada 19 Sampai 21 Juli 2019, Buruan Beli Tiketnya

Dalam satu hari, setiap kali panen telur bebek, ada sekitar 60 hingga 70 biji telur yang dihasilkan. Ia dan temannya mengambil telur tersebut, membersihkannya, kemudian dijual.

Hasil dari penjualan telur yang ditawarkan ke pihak Rutan dan masyarakat termasuk rumah makan ujar Samidi kembali digunakan untuk pakan bebek.

Perihal program ternak bebek tersebut, Karutan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Budi Suharto menerangkan, pemeliharaan atau ternak bebek merupakan satu dari sejumlah program pembinaan kemandirian. Khususnya untuk warga binaan di Rutan Pelaihari.

Program tersebut ujar Budi ditujukan kepada warga binaan yang sudah menjalani separu masa hukuman dan dalam proses asimilasi.

"Harapannya, setelah mereka bebas nanti bisa mempunyai pengalaman dalam bidang peternakan bebek. Kemudian, mereka dapat beternak dan membuka usaha sendiri," ucap lelaki yang baru hitungan bulan menjabat Karutan di Rutan Pelaihari tersebut.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved