Jeritan Hati Petani Karet

Pemkab Tapin Gencar Meningkatkan Mutu Bokar, tapi Terkendala Sikap Petani yang Seperti ini

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Tapin, Wagimin, mengaku harga getah karet saat ini kurang menyejahterakan petani.

Pemkab Tapin Gencar Meningkatkan Mutu Bokar, tapi Terkendala Sikap Petani yang Seperti ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (176/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Tapin, Wagimin, mengaku harga getah karet saat ini kurang menyejahterakan petani.

Hal itu disampaikan seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Tapin, Selasa (16/7).

Wagimin mengaku Pemkab Tapin didukung pemprov dan pemerintah pusat sedang gencar meningkatkan mutu bahan olahan karet (bokar) dengan memberikan penyuluhan kepada petani.

Selain itu membagikan asam semut atau cairan khusus agar karet menjadi padat.

Perbaikan mutu juga dilakukan dengan pengasapan.

Baca: Zakiah Tak Lagi Bisa Merasakan Harga Getah Karet di Atas Rp 8 Ribu Seperti Dulu

Baca: Ayu Ting Ting Diusir Satpam Gara-gara Ruben Onsu, Teman Ivan Gunawan Ungkap Cerita Sebenarnya

Baca: Kronologi Pramugari Dilecehkan Direktur Maskapai Diungkap Hotman Paris, Dua Direksi yang Ajak Tidur

Baca: Gangguan Kejiwaan Barbie Kumalasari Diungkap Psikolog, Istri Galih Ginanjar Tanpa Sadar Berbohong?

"Harga jualnya bisa membaik hingga Rp 9 ribu ke atas," katanya.

Namun, menurut Wagimin, ternyata tak mudah memberi pengertian kepada petani agar mengolah getah karetnya.

Banyak petani yang ingin cepat mendapat uang.

"Pemkab tahun ini dengan dana APBN akan membangun gudang karet lembaran atau sheet di Kecamatan Salam Babaris. Tentu fasilitas ini bisa membuat harga karet menjadi lebih tinggi," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved