Berita Kalteng

Pengendara Motor Pakai Masker, Bau Menyengat Kabut Asap Kotori Udara Palangkaraya

Kabut asap tipis dampak kebakaran lahan yang marak terjadi di Palangkaraya , dan kabupaten di Kalimantan Tengah, mulai membawa dampak

Pengendara Motor Pakai Masker, Bau Menyengat Kabut Asap Kotori Udara Palangkaraya
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Pengendara sepeda motor di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu, (17/7/2019) menggunakan penutup hidung atau masker untuk menghindari bau kabut asap yang menyengat dampak kebakaran lahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap tipis dampak kebakaran lahan yang marak terjadi di Palangkaraya , dan kabupaten di Kalimantan Tengah, mulai membawa dampak terhadap pencemaran udara di Kota Palangkaraya.

Pantauan , Rabu (17/7/2019) pagi dampak kebakaran lahan mengganggu pengendara sepeda motor yang sedang mobile di jalan, karena bau menyengat dan memunculkan kabut asap tipis yang membuat mata pengendara menjadi perih dan kemerahan.

Rata-rata pengendara sepeda motor keluar rumah menggunakan penutup hidung atau masker, karena nau menyengat dan kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya. Namun begitu, kondisi kabut asap belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi ini, juga dikeluhkan beberapa warga Palangkaraya yang mengalami batuk, flu, radang tenggorokkan, karena terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) setelah udara Palangkaraya di kotori oleh kabut asap dan bau menyengat yang ditimbulkan kebakaran lahan.

Baca: Jadwal & Live Streaming Liga 1 2019 Rabu (17/7/2019) - PSM Makassar vs Persebaya Seru!

Baca: Mau Lihat Alien, Warga Amerika Bakal Serbu Pangkalan Rahasia Area 51, Ini Peringatan AU AS

Baca: Gangguan Kejiwaan Barbie Kumalasari Diungkap Psikolog, Istri Galih Ginanjar Tak Sadar Berbohong?

"Hari ini, asapnya mulai mengganggu, karena baunya yang menyengat, keluar rumah terpaksa pakai masker, karena saya termasuk yang tidak tahan dengan kabut asap. Ini saja mulai batuk-batuk dan flu juga pilek dan tenggorokkan sakit, karena menghirup udara kotor," ujar Syahrani, warga Jalan Rajawali Palangkaraya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Mofit Saptono Subagio, mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Palangkaraya dan Kabupaten se Kalteng dalam musim kemarau ini.

Bahkan sebut Mofit, dia meminta masyarakat juga peduli dengan lingkungannya, sehingga ketika terjadi kebakaran lahan bisa langsung berupaya memadamkan dan melaporkan kepada petugas agar api tidak membesar dan merembet ke lahan lainnya.

"Kita perlukan upaya bersama dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan ini, agar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bisa dilakukan secara optimal, agar dampak kebakaran lahan tidak membesar dan bisa ditanggulangi," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved