Berita Kabupaten Banjar

Petinggi Kemenkes Soroti Penyakit Ini di Kabupaten Banjar, Minta Kade Jumantik Lakukan Hal Ini

Petinggi Kemenkes, Dr Suwito (kasubdit Vektor dan Binatang), diundang oleh Dinas Kesehatan Banjar untuk menjadi pemateri pada kegiatan itu.

Petinggi Kemenkes Soroti Penyakit Ini di Kabupaten Banjar, Minta Kade Jumantik Lakukan Hal Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
JUMANTIK - Kadinkes Banjar Ikhwansyah didampingi petinggi Kemenkes Suwito (batik cokelat) mencanangkan gerakan safu rumah satu jumantik, Rabu (17/7) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya angka penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi atensi tersendiri petinggi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Hal itu terungkap pada acara Pembinaan Kader Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Terpadu Kabupaten Banjar di Aula Baiman, Martapura, Rabu (17/07/2019).

Petinggi Kemenkes, Dr Suwito (kasubdit Vektor dan Binatang), diundang oleh Dinas Kesehatan Banjar untuk menjadi pemateri pada kegiatan itu.

Di hadapan pada kader pengendali penyakit Bumi Barakat, Suwito meminta mereka untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko serangan penyakit DBD. Pasalnya, berdasar data penyakit ini masih kerap melingkupi kehidupan warga Banjar.

Karena itu para kader pengendali penyakit diharapkan terus menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada masyarakat.

Baca: Tarian Penyambung Razaki Wan Adat Bakal Tampil di Festival Banjar, Sarat Pesan Mengenai Alam Meratus

Kegiatan pembasmian jentik nyamuk aedes aegypti juga tetap penting dilakukan selain pembiasaan masyarakat tentang pentingnya membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi kembangbiak nyamuk berwarna hitam berbintik putih itu.

Karena itu, sebut Suwito, sarang nyamuk mesti terus menerus difokusi penanganannya. Jika dibiarkan maka bakal memicu muncul dan meluasnya serangan penyakit yang penularannya diperantarai nyamuk terutama DBD.

Kepala Dinkes Banjar Ikhwansyah juga menyatakan hal serupa. Ia mengharapkan seluruh kader pengendali penyakit di Banjar tak pernah lelah 'blusukan' ke tengah masyarakat.

Hanya melalui upaya tersebut penularan penyakit seperti DBD bisa ditangkal atau setidaknya diminimalisasi. Apalagi kasus DBD di Banjar masih cukup tinggi.

"Bahkan di wilayah Kota Martapura pun juga masih sangat rentan serangan penyakit DBD," sebut Ikhwansyah.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved