Ekonomi dan Bisnis

Produksi Bakal Dihentikan, Ikea Tutup Satu-satunya Pabrik Mereka di Amerika

Ikea menutup satu-satunya pabrik furniture mereka di Amerika Serikat. Seperti dikutip dari CNN, perusahaan asal Swedia ini bakal menghentikan produksi

Produksi Bakal Dihentikan, Ikea Tutup Satu-satunya Pabrik Mereka di Amerika
AP
Pabrik IKEA di AS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ikea menutup satu-satunya pabrik furniture mereka di Amerika Serikat. Seperti dikutip dari CNN, perusahaan asal Swedia ini bakal menghentikan produksi di pabrik Danville, Virginia, Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Ikea bakal memindahkan operasi pabrik ke Eropa. Sebab menurut perusahaan, ongkos produksi di negara kawasan tersebut bakal lebih murah.

"Kami telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar pabrik ini bisa tetap kompetitif, namun sayang kondisi ongkos produksi membuat produksi di Danville tidak bisa berlanjut," ujar Manajer pabrik Bert Eades dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip Rabu (17/7/2019).

Pabrik di Daville yang dibuka pada 2008 mempekerjakan setidaknya 300 orang. Produk dari kayu seperti rak dan tempat penyimpanan diproduksi di pabrik tersbeut.

Baca: Tak Kalah dari Sunan Kalijaga! Sosok Ayah Taqy Malik, Eks Mertua Salmafina Sunan Pengusaha Tambang

Baca: Ayu Ting Ting Diusir Satpam Gara-gara Ruben Onsu, Teman Ivan Gunawan Ungkap Cerita Sebenarnya

Baca: Kronologi Penyakit Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules, sang Istri Singgung BPJS Kesehatan

Ikea menyebut, harga bahan mentah mereka jauh lebih mahal di Amerika Serikat jika dibandingkan dengan Eropa. Adapun pabrik Ikea yang beroperasi saat ini terdapat di beberapa negara seperti Polandia, Rusia, dan Swedia.

Anggota parlemen asal Virginia dari Partai Demokrat Senator Tim Kaine pada 2018 lalu sempat mengatakan dalam akun Twitter-nya, pekerja di pabrik Danville mengkhawatirkan pemberlakuka tarif bakal memengaruhi ongkos produksi pabrik. Sebab, pabrik tersebut mengimpor banyak produk sebagai bahan mentah.

Kala Kaine berkunjung ke pabrik tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memberilakukan tarif untuk beberapa produk dari China seperti papan yang merupakan material utama Ikea.

Walaupun demikian, Ikea membantah bahwa keputusan untuk menutup pabrik akibat tarif. Mereka mengatakan, papan yang digunakan di Danville didapat dari pemasok asal AS.

Saat ini Ikea memiliki fasilitas manufaktur di sembilan negara dan mempekerjakan setidaknya 20.000 orang. Pergeseran strategi penjualan ritel Ikea ke arah online telah mengakibatkan pemangkasan jumlah pekerja di beberapa lini bisnis mereka.

Ingka Group, perusahaan holding yang memiliki dan mengoperasikan sebagian besar toko Ikea mengatakan tahun lalu, bahwa mereka bakal memangkas setidaknya 7.500 pekerja atau 5 persen dari jumlah keseluruhan tenaga kerja mereka di dunia.

Mereka bakal membangun 30 toko yang ukurannya lebih kecil di beberapa negara di dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Perusahaan menyebut, setidaknya mereka bisa menciptakan 11.500 pekerjaan baru dengan adanya pergeseran ini.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved