Berita Kalteng

Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dilakukan di Sekolah, Palangkaraya Masuk Zona Merah

Polda Kalimantan Tengah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangkaraya terus melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika

Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dilakukan di Sekolah, Palangkaraya Masuk Zona Merah
Humas Polda Kalteng
Personil Ditresnarkoba Polda Kalteng, saat memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada pelajar di sejumlah sekolah di Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangkaraya terus melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Bumi Tambun Bungai, yang salah satunya adalah memberikan penyuluhan di sekolah.

Upaya tersebut terus dilakukan dua lembaga ini, karena berdasarkan pemetaan BNNP Kalteng, ada tiga daerah zona merah atau rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yakni Palangkaraya , Sampit Kotawaringin Timur dan Pangkalanbun Kotawaringin Barat.

"Ada tiga , daerah yang masuk zona merah narkoba, Palangkaraya, Kotim dan Kobar, kami akan pantau terus tiga daerah ini," ujar Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi dalam beberapa kali pertemuan membahas tentang jaringan narkoba di Bumi Tambun Bungai.

Sementara itu, Ditresnarkoba Polda Kalteng, yang dipimpin oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Wijanarko, bersama delapan belas personil Ditresnarkoba Polda Kalteng dalam tiga hari ini, memberikan lenyuluhan kepada pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang dibagi dalam empat tim.

Baca: Berdamai Dengan Dewi Perssik, Rosa Meldianti Masih Ungkit Hal Ini, Begini Reaksi Istri Angga Wijaya

Baca: Temukan Uang Miliaran Uang Diduga Hasil Suap Berseraan di Rumah Gubernur Kepri, KPK Sebut Jumlahnya

Baca: Dengan Alasan Ini Garuda Larang Penumpang Ambil Foto dan Video di Pesawat, Citilink Berbeda!

Direktur Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Wijanarko, mengatakan, ada beberapa sekolah yang dilakukan penyuluhan dan pembinaan tersebut antara lain,
SMK Negeri 4 Palangkaraya, Jalan Temanggung Kenyapi Palangkaraya, dengan jumlah peserta 240 siswa/murid baru (8 Kelas).

Selain itu, juga SMA Negeri 5 Palangka lraya di Jalan Tingang Palangkaraya,dengan jumlah peserta 210 siswa/murid baru (7 Kelas), Madrasah Aliyah (MA) Negeri Palangkaraya di Jalan Tjilik Riwut Km.5 Palangkaraya, dengan jumlah peserta 318 siswa/murid baru (11 Kelas).

Sedangkan sekolah lainnya, SMK Kristen 4 Palangkaraya di Jalan Diponegoro Palangkaraya dengan jumlah peserta 44 siswa/murid baru (1 Kelas), SMP Negeri 8 Palangkaraya, di Jalan Temangung Tilung Palangkaraya, dengan jumlah peserta 330 siswa/murid baru (11 Kelas).

Baca: Ternyata Setiap Gerhana Bulan, Warga Madura Bangunkan Ternak dan Pohon, Ini Tujuannya

Wijanarko mengungkapkan, kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang Narkoba dilaksanakan dengan metode ceramah atau penyampaian materi tentang “Narkoba, bahaya dan sanksi hukumnya, penayangan slide dan film tentang Narkoba, tanya Jawab, Quiz dan pemberian hadiah berupa Kaos bertuliskan pesan-pesan tentang Narkoba.

Kegiatan dilaksanakan selama hari selama masa pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa/Murid Baru Tahun Ajaran 2019/2020 (15-17 Juli 2019) dengan sasaran sekolah-sekolah lainnya yang ada di Palangkaraya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved