Jeritan Hati Petani Karet

Zakiah Tak Lagi Bisa Merasakan Harga Getah Karet di Atas Rp 8 Ribu Seperti Dulu

Harganya kini berkisar Rp 6 ribu untuk yang disadap 2-3 hari sebelumnya dan Rp 8 ribu untuk yang disadap enam hari sebelumnya.

Zakiah Tak Lagi Bisa Merasakan Harga Getah Karet di Atas Rp 8 Ribu Seperti Dulu
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (176/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pasrah dan terus menggarap kebun karet miliknya dan milik kerabat.

Itulah yang dilakukan Zakiah, petani di Desa Sabah Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin.

Dia tak lagi bisa merasakan harga getah karet Rp 17 ribu per kilogram seperti beberapa tahun lalu.

Harganya kini berkisar Rp 6 ribu untuk yang disadap 2-3 hari sebelumnya dan Rp 8 ribu untuk yang disadap enam hari sebelumnya.

Baca: Ayu Ting Ting Diusir Satpam Gara-gara Ruben Onsu, Teman Ivan Gunawan Ungkap Cerita Sebenarnya

Baca: Blak-blakan! Agung Hercules Akhirnya Cerita Soal Kanker Otaknya, sang Istri Singgung BPJS Kesehatan

Baca: Kronologi Pramugari Dilecehkan Direktur Maskapai Diungkap Hotman Paris, Dua Direksi yang Ajak Tidur

Dalam sehari, Zakiah mengaku mampu menjual 48 kilogram getah karet. Itu pun hasilnya harus berbagi dengan kerabatnya.

"Tolonglah pemerintah bagaimana agar harga karet kembali normal. Harga Rp 8 ribu per kilogram itu tidak cukup untuk membeli satu liter beras," ujarnya.

Supri, Sekretaris Desa Sabah, mengatakan sekitar 80 persen warganya merupakan petani karet.

Semua kebun milik pribadi bukan plasma.

Supri pun mengaku punya dua hektare kebun.

Dia juga pernah merasakan harga getak karet sampai Rp 17 ribu per kilogram pada sekitar 2007.

“Itu harga biasa. Bila karetnya disimpan bertahun-tahun, harga lebih tinggi," kenangnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved