Kriminalitas Regional

7 Fakta Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 3 Ditangkap & Polisi Tak Akan Kabulkan Penangguhan Penahan

Bahkan, Tim Polres Lhokseumawe menangkap tiga orang dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks.

7 Fakta Kasus Pencabulan Santri di Aceh, 3 Ditangkap & Polisi Tak Akan Kabulkan Penangguhan Penahan
KOMPAS.com/MASRIADI
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan Al pimpinan dan MY guru pesantren terhadap santrinya terus berlanjut.

Bahkan, Tim Polres Lhokseumawe menangkap tiga orang dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks. Ketiganya menulis di media sosial bahwa penangkapan pimpinan pesantren dan guru berinisial AI dan MY adalah fitnah.

Selain itu, kuasa hukum pimpinan dan guru pesantren pun mengajukan penangguhan penahan kliennya ke Mapolres Lhokseumawe.

Baca: Xiaomi Mi A3 Resmi, Punya 3 Kamera dan Pemindai Sidik Jari di Layar Harganya Cuma Rp 3 Jutaan

Baca: Live streaming Indonesia Open 2019 di Trans 7 & Djarum Badminton Kamis (18/7) Marcus/Kevin Main

Baca: Bukan Yuni Shara, Nagita Slavina Cemburui Sosok Wanita Mantan Raffi Ahmad Ini

Berikut fakta terkini kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan dan guru pesantren:

1. Pemerintah cabut pembekuan pesantren

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Lhokseumawe menjaga seluruh bangunan yang ditempati Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Lhokseumawe menjaga seluruh bangunan yang ditempati Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). (KOMPAS.com/MASRIADI)

Pemerintah Kota Lhokseumawe mencabut pembekuan sementara operasional Pesantren AN, di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/7/2019).

Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem menyebutkan, secara resmi surat pencabutan pembekuan sementara akan diserahkan ke yayasan tersebut besok, Kamis (18/7/2019).

“Kami mendengar aspirasi wali santri. Sebagian mereka meminta jangan dibekukan terus, karena mereka ingin menamatkan pendidikan anaknya di Pesantren AN itu. Sikap ini kita ambil untuk memberi kepastian hukum operasional yayasan tersebut,” kata Muslem.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved