Opini Publik

Banyak Gedung Sekolah Belum Standar

Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik

Banyak Gedung Sekolah Belum Standar
banjarmasinpost.co.id/m elhami
Ilustrasi: Kondisi flavon sekolah yang rusak dan pengab. 

Oleh: Zayanti Mandasari, Asistem Bidang Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendidikan merupakan salah satu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Di Indonesia, pendidikan menjadi salah satu fokus utama untuk membangun bangsa, hal ini dibuktikan dari komitmen pemerintah untuk mengalokasikan APBN sebesar 20 persen untuk penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan dapat ditempuh melalui sekolah yang juga disediakan oleh pemerintah secara gratis melalui program wajib belajar yang telah dicanangkan di Indonesia.

Sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk menempuh pendidikan semata, tetapi hampir seluruh pelajar yang bersekolah menghabiskan waktunya di sekolah (baik untuk belajar, bermain dan lain sebagainya), yang merupakan imbas kebijakan full day school.

Oleh karena itu, menghadirkan bangunan sekolah yang mudah diakses, nyaman, bersih dan sesuai standar bangunan sekolah merupakan hal yang wajib dipenuhi. Bukan hanya karena kewajiban pemerintah, tetapi juga untuk menjaga mental dan pertumbuhan anak selama menempuh pendidikan di sekolah.

Begitu pentingnya bangun sekolah yang memiliki standar tersebut, membuat pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan PrasaranaUntuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah(SMP/MTS), Dan Sekolah Menengah Atas/MadrasahAliyah (SMA/MA).

Dalam lampiran Permendiknas tersebut dipaparkan banyak sekali syarat dan standar yang harus dipenuhi dalam sebuah bangunan sekolah, seperti luas lahan bangunan sekolah, lahan yang tidak berdekatan dengan potensi pencemaran lingkungan, konstruksi bangunan dan kaitannya dengan jumlah rombongan belajar, kelengkapan sarana dan prasarana seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang pimpinan, ruang guru, ruang ibadah, jamban, ruang UKS, ruang sirkulasi, ruang bermain, dan lainnya.

Permasalahan di Kalsel
Dalam hal ini penulis ingin menyoroti beberapa hal dari banyak hal di atas, yang dalam implementasinya masih jauh dari pemenuhannya, pada bangunan-bangunan sekolah di Kalimantan Selatan khususnya.
Pertama, mengenai standar lahan bangunan sekolah yang harus terhindar dari gangguan air, kebisingan, dan pencemaran udara. Dapat dilihat secara kasat mata bahwa banyak bangunan sekolah di Kalimantan Selatan yang letaknya di tepi jalan lintas/utama, tentu saja akan terdampak pada suara bising kendaraan yang lalu lalang, dan otomatis terimbas pada pencemaran udara di lingkungan sekolah.

Belum lagi letak sekolah yang tidak jauh dari lokasi pertambangan dan tempat pembuangan akhir sampah. Hal ini bukan hanya mencemari udara tetapi juga dapat mencemari air disekitar sekolah, bahkan bukan tidak mungkin siswa atau siswi yang menggunakan air di sekolah tersebut menderita gatal-gatal akibat kuman yang terbawa dari bekas tumpukan sampah.

Kedua, standar bangunan sekolah yang harus memenuhi syarat, seperti memiliki konstruksi yang stabil dan kokoh sampai dengan kondisi pembebanan maksimum dalam mendukung beban yang ada di dalam bangunan, bangunan sekolah juga harus dilengkapi dengan sistem proteksi pasif dan/atau proteksi aktif untuk mencegah danmenanggulangi bahaya kebakaran dan petir.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved