Berita Tanahbumbu

Baru Diaspal Jalan Rusak Digerus Banjir, PUPR Bingung Siapa Bertanggungjawab Lakukan Pembaikan

Pengaspalan jalan sepanjang dua kilometer, baru sekitar sebulan selesai dikerjakan tergeser akibat tergerus air pascabanjir terjadi beberapa waktu

Baru Diaspal Jalan Rusak Digerus Banjir, PUPR Bingung Siapa Bertanggungjawab Lakukan Pembaikan
istimewa
Kondisi jalan di wilayah Manuntung, rusak akibat tergerus banjir padahal baru selesai diaspal 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Proyek pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang dua kilometer pada titik kegiatan di Desa Manuntung, Kecamatan Kusan Hulu sedikit membuat bingung pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pengaspalan jalan sepanjang dua kilometer, baru sekitar sebulan selesai dikerjakan tergeser akibat tergerus air pascabanjir terjadi beberapa waktu lalu.

PUPR Kotabaru pun bingung sehingga belum bisa memperbaiki kerusakaan. Karena pekerjaan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

"Kami bingung, siapa bertanggung jawab atas kerusakan karena akibat banjir," kata Kepala Dinas PUPR Ansyari Firdaus melalui Kabid Jalan Hernadi Wibisono, Kamis (18/7/2019).

Dijelaskan Hernadi, kebingungan menggelayutinya saat ini. Apakah perbaikan bisa dilakukan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten.

Baca: Ini Identitas Asli Pablo Benua yang Dibongkar Istri Sah Nia Aprilia, Buat Feni Rose Terkejut

Baca: Hadiri Lomba Memasak Serba Ikan se Banjarbaru, Hj Ririen Nadjmi Adhani Beberkan Manfaat Makan Ikan

Baca: Tak Mobil Mewah Aurel dari Ashanty, Azriel Dapatkan Ini dari Ibunda Krisdayanti Saat Ulang Tahun

Baca: Sasar Milenial, Daihatsu Hadirkan Booth Funtastic di GIIAS 2019

Sementara kegiatan pengaspalan jalan poros desa sepanjang 6 kilometer dari desa Binawara hingga Manuntung, sebagian selesai dilakukan pekerjaan lapisan pondasi atas (LPA) dan lapisan pindasi bawah (LPB) sudah selesai dikerjakan bersumber dari DAK.

"Jadi jalan yang rusak dan sudah selesai diaspal apakah bisa perbaikannya pakai dana APBD kabupaten. Atau pekerjaan 6 kilo tadi dikurangi, 3 kilometer tetap dikerjakan 1 kilometernya dipindah dibaikan ke jalan yang rusak tadi," terang Hernadi kepada banjarmasinpost.co.id.

Agar tidak salah dalam mengambil kebijakan, lanjut Hernadi, pihaknya rencana berkonsultasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Kami tidak berani bila belum ada petunjuk BPK. Nanti bisa jadi temuan. Makanya berkonsultasi dulu ke BPK. Kalau kontraktor sudah benar, kan mereka sudah selesai mengerjakan. Tiba-tiba terkena banjir. Aspal jalan bergeser," tambahnya.

Baca: Jadwal Timnas Indonesia U-18 vs Persibo Bojonegoro Ujicoba Jelang Piala AFF U-18 2019 Sore Ini

Baca: Lepas 18 Atlet Dayung, Wawali Banjarmasin Optimis Dayung Banjarmasin Kembali Berjaya

Baca: Rempah Melimpah, Petani di Sungai Pinang Dilatih Olah Jahe dan Kencur Ini Jadi Minyak Urut

Sementara jalan poros jalan desa tersebut secepatnya harus dilakukan perbaikan, karena akses utama menghubungkan enam desa. Antara lain desa Binawara, Anjir Baru, Sungai Rukam, Manuntung, Lasung Hulu dan Satiung.

"Bila tidak segera diperbaiki kasihan masyarakat. Ya, bisa saja sih masih dilewati. Tapi bila tidak diperbaiki nanti bertambah rusak," tandas.

Sekadar diketahui pekerjaan pengaspalan jalan bersumber dari DAK sebesar Rp 11 miliar.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved