Berita HST

Desa Awang Mulai Lirik Pertanian Jagung, Mampu Hasilkan Rp 3 Juta Untuk 10 Borong Lahan

Program pertanian jagung di Desa awang direncanakan 80 hektare. Desa tetangga Desa Awang Baru juga ikut program mencapai 10 haktere

Desa Awang Mulai Lirik Pertanian Jagung, Mampu Hasilkan Rp 3 Juta Untuk 10 Borong Lahan
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Budiono dengan tanaman jagungnya. Ia sukses membudidayakan tanaman jagung dengan omset mencapai ratusan juta rupiah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Melonjaknya permintaan jagung di Kalimantan Selatan untuk pakan ternak, Desa Awang Kecamatan Batang Alai Utara mulai melirik pertanian jagung butuhan jagung hibrida untuk kebutuhan pakan ternak di Kalimantan Selatan.

Program pertanian jagung di Desa awang direncanakan 80 hektare. Tak hanya Desa Awang saja, desa tetangga di Desa Awang Baru juga ikut program mencapai 10 hektare.

Budidaya jagung ini merupakan program Pajale. Program ini berupaya meningkatkan produksi jagung pakan agar mampu mencukupi kebutuhan peternak.

Penyuluh Pertanian, Wahyuddin, membeberkan program tanam masih akan dilakukan mengingat dari target yang dicanangkan baru delapan hektare di Desa Awang dan satu hektare di Desa Awang Baru.

"Kami masih melakukan penyemprotan gulma," katanya.

Baca: Fajar Desira Pastikan Penduduk Lokal Tak Terpinggirkan, Jika IKN jadi Ke Kalsel

Anggota Gapoktan Berkat Sabar Desa Awang Baru, Aspiani, sekarang pemasaran jagung sudah merambah ke Hulu Sungai Tengah. Pembeli mendatangi langsung petani.

Bahkan harga jagung kering mencapai Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram.

Iamengaku penanaman jagung sempat mengalami kesulitan dari sisi pemasaran.

"Budidayanya kami bisa. Pemasarannya yang susah," bebernya.

Ia mengaku, pernah menanam jagung hibrida. Namun, karena tak ada pembeli sehingga penanaman jagung sempat terhenti.

Menurutnya, dilema pemasaran merupakan hal yang mendasar bagi petani.

Baca: Lagi, Empat Jabatan Eselon II di Pemkab Tapin Dilelang, Pendaftaran Ditutup 22 Juli 2019

Hal serupa ditimpali oleh Marhani. Warga Awang ini mengaku bisa mengantongi rupiah hingga Rp 3 juta untuk 10 borong lahan pertanian.

Menurutnya, keberhasilan pemasaran ini mampu
memotivasi petani desa Awang Baru untuk mengikutinya program tanam jagung pada tahun ini.

Apalagi, dengan adanya program pengembangan jagung hibrida oleh pemerintah melalui bantuan benih secara cuma-cuma. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved