Berita Banjarbaru

Fajar Desira Pastikan Penduduk Lokal Tak Terpinggirkan, Jika IKN jadi Ke Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) salah satu dari tiga provinsi di Kalimantan menjadi kandidat ibu kota negara (IKN).

Fajar Desira Pastikan Penduduk Lokal Tak Terpinggirkan, Jika IKN jadi Ke Kalsel
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Perkantoran Sekretariat Daerah, atau disebut juga kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel di Kota Banjarbaru berlokasi di Jalan Dharma Praja No1, Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan (Kalsel) salah satu dari tiga provinsi di Kalimantan menjadi kandidat ibu kota negara (IKN).

Bila terpilih penduduk di Kalsel baik di Banjar, atau dayak dan lainnya dipastikan tidak akan terpinggirkan dengan 1,5 juta orang yang menjadi bagian dari keindahan ibu kota tersebut.

Berbagai kajian terus dilakukan oleh Bapennas RI dan Pemprov Kalsel terhadap rencana keindahan ibu kota negara salah satunya kajian dampak keindahan ibu kota terhadap penduduk lokal.

Kajian tersebut memastikan penduduk lokal di Kalsel tidak akan terpinggirkan bila Provinsi terpilih menjadi Ibukota Negara.

Hal itu ditegaskan Oleh Kepala Bapedda Kalsel, Nurul Fajar Desira.

"Agar penduduk lokal tidak terpinggirkan maka perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti ULM, lewat program afirmasi untuk calon sarjana yang bisa dimanfaatkan masyarakat dayak meratus.

Baca: Revolusi Hijau Kalsel Dianggap Memenuhi Kriteria Forest City, yang Menjadi Tema Pemindahan Ibu Kota

Sedangkan di tingkat SMA dan SMK, sambung Fajar ada program serupa untuk semua masyarakat tidak hanya di pegunungan Meratus. Tapi juga seluruh penduduk Kalsel, terlepas dari suku atau etnis mana mereka.

Dua masyarakat dayak ketika menghadiri di Dialog Kepindahan RI di Kalimantan, dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Negara : Kalimantan untuk Indonesia "menuju ibukota masa depan : smart, green, beautiful, dan sustainable" di Hotel Novotel, Senin (15/7) lalu.

Sebagaimana disampaikan Roby anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Hulu Sungai Tengah (HST).

Menurutnya, jika dipindahkan ke Kalsel pihaknya sangat mendukung, bahkan terkait sara dan etnis pihaknya tidak akan tutup mata.

Baca: Di Mana Pun Ibu Kota Dipilih, Kalsel Tetap Dapat Manfaat, Ada Kaitan dengan Tipe Orang Banjar

"Kami tentunya mendukung penuh pemindahan ibu kota ke Kalsel, " ujarnya.
Ia hanya meminta sebagai salah satu masyarakat asli Kalsel untuk lebih diperhatikan. " Terutama terkait peraturan yang mengakui hutan adat kami, " bebernya.

Senada, Ketua DPH Aman Kalsel, Yulius juga menyatakan demikian. Ia mengaku juga sangat mendukung pemindahan ibu kota ke Kalsel. "Yang kami minta hanya pengakuan sebagai masyarakat adat, karena kami hidup sudah turun temurun," tegasnya. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved