Berita HSS

KKN di Loksado, Ini Harapan untuk 15 Mahasiswa UIN Antasari dan Sunan Kalijaga Jogjakarta

Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kedatangan 15 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang sedang melaksanakan KKN.

KKN di Loksado, Ini Harapan untuk 15 Mahasiswa UIN Antasari dan Sunan Kalijaga Jogjakarta
HO/Protokol dan Kehumasan HSS
Penyerahan cindera mata dari pihak UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan UIN ANtasari Banjarmasin kepada Pemkab HSS, yang diterima Sekda HSS, Kamis (18/7/2019), setelah penyambutan 15 mahasiswa KKN dari dua perguruan tinggi tersebut di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kedatangan 15 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang sedang melaksanakan tugas kuliah kerja nyata (KKN). Mereka adalah 10 orang mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan lima orang mahasiswa UIN ANtasari Banjarmasin.

Kedatangan mahasiswa tersebut disambut Sekda HSS H Muhammad Noor beserta jajaran pemerintahan HSS, Kamis (18/7/2019) di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat daerah. 

Hadir pada penyambutan kepala SKPD terkait, Camat Loksado Sar Ipansyah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Lapangan, Dosen Pembimbing UIN Antasari Banjarmasin serta Kades Lumpangi.

Sekda menyatakan, kehadiran mahasiswa UIN untuk melaksanakan KKN merupakan kehormatan bagi HSS. Sekda menilai, penempatan di wilayah Loksado sudah tepat, karena Loksado merupakan ikon pariwisata HSS.

Baca: Manfaatkan Batang Kelapa untuk Furniture, Perajin Mebel HSS Dilatih Instruktur Pasuruan

Baca: Desa Awang Mulai Lirik Pertanian Jagung, Mampu Hasilkan Rp 3 Juta Untuk 10 Borong Lahan

Mahasiswa KKN pun diharapkan bisa berinteraksi dengan kearifan warga setempat, yang masih menerapkan gaya hidup tradisional. Meski demikian, dari sisi komunikasi dan informasi, warga Loksado sudah tak lagi terisolasi.

“Akses jalannya juga tak masalah lagi, sudah mudah dicapai sarana transportasi,”kata Sekda. M Noor mengimbau Camat, Kepala Desa, maupun pihak terkait lainnya, agar segera berkoordinasi dengan  cepat tanggap jika ada mahasiswa peserta KKN yang mengalami sakit.

“Atas nama Pemkab HSS kami menyampaikan terima kasih kepada UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Banjarmasin yang memilih wilayah HSS sebagai tempat KKN, dengan harapan memberi manfaat untuk masyarakat setempat,”katanya.  

Para mahasiswa pun diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat masyarakat di HSS yang  tradisional dan religius serta menghormati waktu-waktu ibadah dengan tidak membuat keributan. Masyarakat Loksado juga masih  kental kekeluargaan dan gotong royongnya dimana sebagian besar bermata pencaharian petani dan berkebun. 

Koordinator KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Didik Krisdiyanto menyatakan apresiasi atas penerimaan jajaran Pemkab HSS, mulai dijemput di Bandara, hingga diantar ke lokasi KKN bahkan  diberikan fasilitas tempat tinggal. “Kami diberi amanah lumayan berat untuk mendidik para mahasiswa, agar mereka memiliki bekal kemampuan tak hanya ilmu akademis dan keagamaan. Tapi juga bekal sosial kemasyarakatan”, katanya.

Baca: BPOM HSU Sita 22 Jenis Kosmetik Diduga Ilegal, Hasil Razia di Murungpudak Tabalong

Baca: Sehari Dua Mobil Truk Terbalik di Tapin, Begini Penyebab dan Kronologinya

Didik  mengungkapkan Program KKN diharapkan mendidik lebih dari sekedar mahasiswa. JIka dulu program tersebut hanya dilakukan di sekitar Yogya dan Pulau Jawa, kali ini di luar Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri.

“Mohon bantuan dari pemerintah daerah di sini dan warga Desa Lumpangi, agar mahasiswa kami mendapatkan pengetahuan lebih luas di Kabupaten HSS,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yahya Mof,Dosen Pembimbing KKN UIN Antasari Banjarmasin juga menyampaikan pihaknya memiliki program KKN Nusantara, regular dan ada pula pengiriman mahasiswa KKN ke Luar negeri, di antaranya Serawak.

“Kami titipkan lima mahasiswa kami bersama mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk belajar memahami desanya. Tak sebatas kuliah dan paham  teori. Tapi harus paham apa yang terjadi di masyarakat”, katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved