Berita HSS

Manfaatkan Batang Kelapa untuk Furniture, Perajin Mebel HSS Dilatih Instruktur Pasuruan

Perajin yang menjadi peserta sebanyak 20 orang diberikan pelatihan furniture berbasis sumber daya lokal, yaitu pemanfaatan batang pohon kelapa.

Manfaatkan Batang Kelapa untuk Furniture, Perajin Mebel HSS Dilatih Instruktur Pasuruan
HO/Protokol dan Kehumasan HSS
Peserta Pelatihan Furniture Berbasis Sumber Daya Lokal Kayu Kelapa, di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil dan Perindustrian Kabupaten HSS. Pelatihan dilaksanakan sejak 15 sampai 25 Juli 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian Kabupaten HSS memberikan pelatihan kepada sejumlah perajin mebel, yang memiliki usaha Industri Kecil Menengah (IKM)  di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Perajin yang menjadi peserta sebanyak 20 orang diberikan pelatihan furniture berbasis sumber daya lokal, yaitu pemanfaatan batang pohon kelapa.

Pelatihan dilaksanakan selama 10 hari, sejak 15 sampai 25 Juli 2019, di Workshop IKM Kandangan. Selama kegiatan peserta diberi pengetahuan dan keterampilan teknik memanfaatkan batang kelapa untuk produk furniture.

 Kepala Seksi Industri Perkebunan, Dinas Perindustrian Kalsel, Sahatan Manurung, saat menghadiri pembukaan pelatihan furniture tersebut menjelaskan, industri mebel kayu telah bergeser ke meubel aluminium.

Baca: Tim KPK Empat Hari Cek Tambang di Kalsel Pastikan Reklamasi Dijalankan, Kantongi Data Jamrek

Juga bergeser ke bahan baku alternatif lainnya selain kayu yang berasal dari alam.

“Seperti kayu dari batang kelapa dan dan kayu rakyat. Melalui pelatihan ini kita coba bangkitkan kembali IKM mebel kayu, berbasis sumber daya lokal. Untuk di HSS adalah kayu dari pohon kelapa, dimana potensi kelapa banyak terdapat di daerah ini,”kata Sahatan.  Pelatihan tersebut juga dihadiri Kabid Industri Agro,  Hasanudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil dan Perindustrian Kabupaten Sasmi Rifani.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan makan serta uang saku. Adapun iInstruktur berjumlah dua orang, berasal dari UPT Kayu dan Produk Kayu Pasuruan yaitu,  H Zaini dan  Sukur.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kembali IKM Meubel Kayu dan pelaku IKM Meubel Kayu terbuka wawasan dalam berkreasi, hingga menghasilkan produk furniture berkualitas dan bisa bersaing di pasaran,” kata Sahatan .

Sebelumnya, Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad,menyatakan bersyukur, karena Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel memberikan kesempatan kepada perajin HSS mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Wabup, kegiatan tersebut  menambah semangat dan motivasi perajin daerah, khususnya HSS mengembangkan usaha mebel berdasarkan potensi yang dimiliki.

Baca: Temukan Sepaket Sabu Saat Razia, Lapas Amuntai Serahkan Dua Warga Binaannya ke Polres HSU

 Kepada para instruktur, Syamsuri meminta agar mengombinasikan furniture dengan kayu lainnya sehingga ada tekstur berbeda  serta dan ada daya tarik tersendiri. Sedangkan kepada peserta pelatihan diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali ilmu dibidang tersebut.

“Sekarang kualitas harus di kedepankan. Selain desain yang memang harus mengikuti perkembangan zaman”, kata  Syamsuri. Pada kesempatan itu, Wabup menyerahkan perlengkapan pelatihan untuk peserta secara simbolis,  kepada dua perwakilan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved