Tajuk

Mewujudkan Kota Pintar

Smart City atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai Kota Pintar ini memiliki visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informa

Mewujudkan Kota Pintar
Diskominfo Tabalong
Pakar Smart City dari ITB, Dedy Siswandoyo mengatakan bahwa smart city merupakan sebuah konsep yang membawa kita ke dalam pengelolaan yang sistematis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM kurun waktu beberapa tahun terakhir kata Smart City terus menggaung di Banua. Dikutip dari Wikipedia, Smart City atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai Kota Pintar ini memiliki visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan teknologi Internet of things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.

Aset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya. Smart city ditujukan dalam hal penggunaan informatika dan teknologi perkotaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta telah menerapkan ptogram ini sejak beberapa tahun lalu.

Dikutip di Kompas.com, Jakarta meluncurkan Smart City sejak 2015 lalu. Alhasil, warga Jakarta dapat mengakses smartcity.jakarta.go.id. Smart City juga menyediakan informasi setiap hari tentang head way atau jarak antar-bus baik saat jam sibuk maupun tidak sehingga manajemen lalu lintas bus bisa tepat waktu.

Portal ini juga digunakan untuk memonitor banjir, truk sampah, mesin berat, dan lain sebagainya. Selain itu, ada aplikasi yang dapat digunakan secara dua arah. Masyarakat mampu menyampaikan aspirasi melalui pengaduan real time.

Lalu bagaimana program ini jika dijalankan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Harapannya juga sama, warga bisa lebih mudah mengakses informasi melalui teknologi informasi dan komunikasi. Namun, pertanyaannya, siapkah sudah infrastruktur yang dimiliki ketiga daerah di Kalsel itu?

Pakar Telematika Kalsel, Andi Riza, menilai dari segi infrastruktur jaringan komputer di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar sebagai contoh kota-kabupaten yang masuk dalam program 100 Smart City Nasional, masih jauh dari ideal. Masih ada kantor-kantor pemerintahan yang belum terhubung jaringan. Hal ini cukup menyulitkan proses komunikasi dan pertukaran data secara cepat.

Melihat akan manfaat besar dari program ini sudah sepantasnya Pemko Banjarmasin, Pemko Banjarbaru dan Pemkab Banjar bekerja keras ‘menyempurnakan’ infrastruktur dan SDM yang ada guna menunjang program Smart City ini.

Memang bukan perkara mudah dan perlu waktu yang panjang. Semoga saja semua itu bisa diwujudkan. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved