Berita Banjar

NEWSVIDEO : Meski Dekat Pasar Martapura, SDN Tunggul Irang Ulu Hanya Punya 42 Murid

Meski dekat dengan pusat keramaian Pasar Martapura SDN Tunggul Irang Ulu hanya miliki 42 murid.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kuatnya nilai religius dalam detak napas kehidupan warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan formal setempat. Sejumlah sekolah, terutama jenjang sekolah dasar (SD) di bawah binaan dinas pendidikan kian sepi peminat.

Kondisi seperti itu setidaknya terjadi di SDN Tunggul Irang Ulu yang berada di Desa Tunggulirang Ulu, Kecamatan Martapura. Bahkan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019 saat ini cuma dapat enam orang murid baru. Total jumlah murid 42 orang.

Rincian murid di sekolah tersebut yakni kelas satu enam orang, kelas 2 delapan orang, kelas 3 lima orang, kelas 4 enam orang, kelas 5 sebelas orang, dam kelas 6 enam orang. Itu pun ada tiga orang murid yang hingga sekarang tak kunjung masuk meski kegiatan belajar-mengajar telah dimulai sejak awal pekan lalu pascalibur kenaikan kelas.

"Dua orang murid kelas empat belum ada konfirmasi dari orangtuanya, apakah pindah ataukah berhenti. Lalu, ada satu murid kelas lima yang juga belum terkonfirmasi, juga tak kunjung turun sekolah," ucap Kepala SDN Tunggul Irang Ulu Hj Noor Aida, Kamis (18/07/2019).

Baca: Ongkos Liburan Nia Ramadhani & Ardi Bakrie ke Luar Negeri Terungkap, Jessica Iskandar Sampai Bengong

Baca: Sharp Indonesia Gelar Sharp Class di SMKN 5 Banjarmasin, Ini Tujuannya

Baca: Kalah Bersaing dengan Sekolah Agama, Begini Nasib SDN Tunggul Irang Ulu

Baca: Kabarnya Berdamai, Salmafina Sunan Malah Tertawakan Sunan Kalijaga, Eks Mertua Taqy Malik Ternyata?

Ia menuturkan minimnya jumlah murid di sekolahnya dikarenakan kalah bersaing dengan pondok pesantren dan lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.

Berjarak sekitar 100 meter dari SDN Tunggul Irang Ulu ada lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan ternama yang jumlah anak didiknya mencapai 400-an orang.

Selain itu juga ada beberapa sekolah dasar negeri lainnya yang jaraknya tak terlalu jauh. "SDN Bincaumuara misalnya, jaraknya dengan sekolah kami cuma 200 meter. Jadi, warga di sini memang punya banyak pilihan untuk menyekolah anak-anaknya," tandas Noor Aida.

Pihaknya tak bisa berbuat banyak atas kondisi itu. Pasalnya, masyarakat memiliki kebebasan untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan yang diingnkan. Termasuk ketika sebagian orangtua memindahkan anak mereka ke lembaga pendidikan agama.(banjarmasinpost.co.id/Idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved