Berita Kabupaten Banjar

Pascaruntuhnya Siring di Kabupaten Banjar, Pejabat Ini Minta Soal Pekerjaan Teknis Koordinasi Kesini

Pasca runtuhnya jalan gang di Desa Tunggulirang Ulu Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, menjadi perhatian Dinas PUPR Kabupaten Banjar.

Pascaruntuhnya Siring di Kabupaten Banjar, Pejabat Ini Minta Soal Pekerjaan Teknis Koordinasi Kesini
Banjarmasinpost.co.id/Hasby
Kabid SDA Dinas PUPR Banjar, M Ade Rozali 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasca runtuhnya jalan gang di Desa Tunggulirang Ulu Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, menjadi perhatian Dinas PUPR Kabupaten Banjar. Jalan gang yang runtuh itu pada 2019 ini akan dilakukan perbaikan menggunakan DAK luncuran.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjar, M Ade Rozali pun meminta agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya meminta instansi terkait, aparatur desa jika melakukan penanganan fisik yang berkaitan dengan aset Pemkab Banjar agar bekoordinasi dengan Dinas PUPR Banjar. Terkait ada hal teknis yang perlu diperhatikan.

Didampingi Kasie Sungai, Iwan Taufik, Ade menjelaskan, kejadian runtuhnya jalan gang di Desa Tunggulirang Ulu Kecamatan Martapura pada 2017 lalu.

Pihaknya pada 2011 menangangi existing siring, ada tiga tahapan sampai 2015, dan pada 2016 aman-aman saja, tidak ada masalah.

Baca: BREAKING NEWS - Remaja Banjarmasin Bawa 10 Ribu Butir Ineks Serta 1 Kilo Sabu dari Surabaya Dibekuk

Baca: BERLANGSUNG Live Streaming Arsenal vs Bayern Munchen di ICC 2019 via Live Streaming Mola TV

Baca: Sempat Hilang dari Pantauan Publik, Cinta Laura Bikin Kabar Terkait Singel Baru hingga Foto Mesra

"Namun karena ada pekerjaan konstruksi jalan diatas siring tersebut, tidak ada pemberitahuan kepada dinas PUPR Banjar, seandainya ada pemberitahuan maka bisa mengordinasikan teknisnya. Dikarenakan proyek existing siring itu tidak diperuntukan ada bangunan atau konstruksi diatasnya," katanya, Kamis (18/7).

Dia juga menjelaskan, proyek existing siring di Desa Tunggulirang Ulu itu diperuntukannya hanya untuk menahan banjir atau agar air tidak meluap ke daratan.

Pihaknya pun tidak mengetahui jika ternyata ada konstruksi jalan pondasi diatas siring yang mana informasi didapatnya, dikerjakan menggunakan dana desa.

Adapun untuk panjang siring sekitar 120 meter, pelaksanaannya kala itu dibagi menjadi tiga tahap. Meski kini siring ikut ambruk, pada 2019 ini pihaknya akan segera melakukan penanganan karena merupakan aset Pemkab Banjar dan demi kelancaran aktiftas masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan dalam bulan ini sudah lelang, kami mintakan masyarakat bersabar," tambah Ade diamini Iwan.

Menjadi harapan masyarakat Tunggulirang Ulu Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar agar jalan kecil atau jalan gang bisa segera diperbaiki. Pasalnya, kerusakan jalan gang itu sudah terjadi sejak 2017 lalu, padahal kala itu baru dibangun menggunakan dana desa, namun hanya bertahan beberapa bulan hingga akhirnya jalan itu ambruk karena tidak mampu menahan beban berat.

Diutarakan seorang warga, Samsi mengharapkan ada perhatian dari instansi terkait atas runtuhnya siring di Desa Tunggulirang Ulu, karena khawatir jika tetap dibiarkan hingga musim hujan, air sungai meluap. Jalan gang pun khawatir bisa tergenang, sehingga mengganggu aktifitas warga.

"Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki, jadi enak juga dilewati," harapnya.

Proyek siring pada tahap pertama 2011 dikerjakan secara swakelola, kemudian tahap kedua masih swakelola dan pada tahap ketiga sekitar 2015 barulah dikerjakan oleh kontraktor. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved