Berita Banjarmasin

Pro dan Kontra Aksi FDO Banjarmasin, Pengamat Sebut Driver Online Jangan Hanya Menuntut

Pengamat Ekonomi dan Publik Banjarmasin Israul Huda menilai bahwa aksi unjuk rasa FDO tersebut disebabkan belum terjadinya kesepakatan bersama.

Pro dan Kontra Aksi FDO Banjarmasin, Pengamat Sebut Driver Online Jangan Hanya Menuntut
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Aksi demo FDO Banjarmasin ke gedung DPRD Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Menanggapi demonstrasi yang dilakukan Forum Driver Online (FDO) Banjarmasin pada Selasa (16/7/2019), pengamat Ekonomi dan Publik Banjarmasin Israul Huda menilai bahwa aksi unjuk rasa FDO tersebut disebabkan belum terjadinya kesepakatan bersama.

Israul juga menghimbau agar driver atau pengemudi tak hanya menuntut hak. Tapi juga harus memenuhi kewajiban.

Menurutnya, jika semua persoalan dibenturkan kepentingan, konflik tidak akan selesai.

“Orang-orang Indonesia memang masih lemah dalam menyampaikan sesuatu. Sehingga hasil keputusan bisa tidak tersosialisasikan dengan baik. FDO sebagai jembatan, tempat keluhan kalau driver ngeluh tentang suatu hal. FDO yang membawa. Jangan FDO yang mengambil peran maunya lewat forum seperti ini,” pungkasnya dalam rilis yang dikirimkan ke Banjarmasinpost.co.id, Kamis (18/7/2019).

Baca: Sempat Viral di Medsos Sopir Taksi Online Antar Jenazah, Penjelasan Rumah Sakit Ini Beri Pencerahan

Baca: Serangan Barbie Kumalasari pada Pablo Benua dan Rey Utami Setelah Galih Ginanjar Ditahan Hina Fairuz

Baca: Jelang Borneo FC Vs Barito Putera Liga 1 2019, Ambisi Diego Michiels Jaga Rekor di Derbi Kalimantan

Terpisah, driver online, Andre, mengaku terganggu dengan adanya aksi unjuk rasa tersebut.

Menurutnya aplikator dalam hal ini Gojek telah memberikan informasi jelas, baik di aplikasi maupun disosialisasikan langsung kepada driver melalui forum kopdar.

Ia mengaku, aksi unjuk rasa tersebut mempengaruhi driver-driver lain yang ingin tetap bekerja dengan alasan solidaritas.
Padahal, kata Andre, ada driver yang tetap ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya sendiri tidak ikut demo. Selama saya jadi driver Gojek sejak Desember 2018, Gojek cukup terbuka. Apalagi kalau mendengar keluh kesah," ucap Andre.

"Misal waktu mengadu soal orderan fiktif, kan itu akan ganggu performa kami, menurunkan pendapatan, kami langsung telpon CS Gojek yang di pusat. Langsung ditanggapi. Nomornya juga sudah ada di aplikasi. Sudah ada semua informasi,” tambahnya.

Disampaikan Andre, aksi unjuk rasa yang dilakukan rekan driver bersama FDO disebabkan karena adanya kepentingan.

Sehingga ia merasa tidak harus mengikuti aksi tersebut dan terus bekerja.

Lagipula, kata Andre, selama ini Gojek sudah melakukan sosialisasi dengan benar. Gojek sudah mengumpulkan para mitra dalam forum kopdar setiap dua minggu sekali untuk mendengar masukan dari mereka.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved