Kriminalitas Regional

Seorang Ayah Tega Mau Bunuh Istri dan Semua Anaknya Setelah Perbuatan Ketahuan Dilaporkan ke Polisi

Aparat Kepolisian Sektor Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menyelidiki kasus penganiayaan DDS

Seorang Ayah Tega Mau Bunuh Istri dan Semua Anaknya Setelah Perbuatan Ketahuan Dilaporkan ke Polisi
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Aparat Kepolisian Sektor Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menyelidiki kasus penganiayaan DDS, balita berusia dua tahun oleh ayahnya sendiri Abraham Sabneno alias Bram (45).

Waka Polsek Kupang Barat Polres Kupang, Ipda Oktovianus Snait, kepada sejumlah wartawan di kantornya, mengatakan, Abraham sempat mengancam akan membunuh istri dan semua anaknya.

"Setelah dilaporkan ke polsek, malam hari pelaku menelepon istrinya Erni Lakusaba (41). Pelaku mengancam akan membunuh Erni dan anak-anaknya karena sudah melaporkannya ke polisi," ungkap Oktovianus, Rabu (17/7/2019).

Karena khawatir dengan ancaman itu, lanjut Oktovianus, akhirnya Erni meminta anak-anak untuk tidak kembali lagi ke rumah mereka di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat.

Baca: Bukan Yuni Shara, Nagita Slavina Cemburui Sosok Wanita Mantan Raffi Ahmad Ini

Baca: Kebiasaan Buruk Salmafina Sunan Terungkap dari Hadiah Sunan Kalijaga untuk Mantan Istri Taqy Malik

Baca: Kabut Asap Palangkaraya Kirimam Kabupaten Tetangga, Seorang Pembakar Lahan Jadi Tersangka

Saat ini, Erni dan anak-anaknya memilih tinggal sementara di rumah keluarga mereka.

"Kami masih mencari pelaku. Pasca-kejadian ini pelaku kabur, tapi masih mengancam akan membunuh istri dan anak-anaknya," ujar Oktovianus.

Untuk mendalami kasus itu, penyidik unit Reskrim Polsek Kupang Barat sudah memeriksa Erni Lakusaba (ibu korban), Okto Lakusaba (paman korban) dan Ismail Adidores Sabneno (kakak korban).

Sebelumnya diberitakan, DDS dianiaya oleh sang ayah Abraham Sabneno.

Pelaku memukul anaknya di bagian tangan kanan dan kaki kiri, hingga mengalami patah tulang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo, mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkap penyebab penganiayaan itu.

Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu diketahui sering menganiaya anak-anaknya, termasuk korban. Pelaku memiliki delapan orang anak.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved