Berita Batola

Tanggapi Keluhan Lahan Gambut di Alih Fungsi Perusahaan Sawit, DPRD Batola Undang Warga Jambu Baru

Jika tak ada aral, DPRD Batola akan mengundang warga Jambu Baru yang merasa terusik dengan aktivitas perusahaan sawit

Tanggapi Keluhan Lahan Gambut di Alih Fungsi Perusahaan Sawit, DPRD Batola Undang Warga Jambu Baru
Dari Akbar Warga Ulu Benteng untuk BPost
Warga Ulu Benteng Kecamatan Kuripan, Batola mengadukan keluhan mereka atas kehadiran perusahaan sawit di wilayah desa mereka ke DPRD Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Terusik dengan aktivitas perusahaan sawit PT Tasnida Agro Wisata (PT TAL), belasan warga Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengadu ke DPRD setempat, Rabu (17/7/2019) lalu.

Jika tak ada aral, DPRD Kabupaten Batola akan mengundang warga Jambu Baru yang merasa
terusik dengan aktivitas perusahaan sawit PT Tasnida Agro Wisata (PT TAL).

Pemanggilan warga ini diharapkan bisa dilakukan sebelum pelantikan anggota dewan yang baru.

“Iya kita akan undang lagi warga Jambu Baru untuk mencarikan solusi dari masalah warga. Mudah-mudan sebelum pelantikan dewan baru, warga Jambu Baru akan kembali diundang. Masalah ini menjadi atensi dewan Batola,” kata Ketua Ketua III DPRD Batola, Syarif Faisal, Kamis (18/7/19).

Syarif menyatakan pihaknya memahami kekawatiran warga, jika lahan yang ada itu digarap menjadi kebun sawit. Tentunya akan berdampak dari mata pencarian warga. Sebab menggalam (mencari kayu Galam) dan mencari ikan bagi warga menjadi lebih sulit.

Baca: Inilah 4 Kota di Jawa dengan Suhu Dingin Terparah Versi BMKG, Kota Malang 15,9 Derajat Celsius

Baca: Begini Kronologis Tabrakan di Karang Intan Kabupaten Banjar yang Sebabkan Husnawati Meninggal Dunia

Baca: Beda dengan Garuda, AirAsia Malah Beri Hadiah Bagi Penumpang yang Berfoto dalam Pesawat

Baca: Terbentuk 2015, Anggota KGE Banjarmasin Sudah Berjumlah Ratusan Orang, Ingat Kami Bukan Tim Medis!

“Pendapatan 100-200 ribu per hari akan sulit didapat, jika kawasannya berubah fungsi,” tegas Syarif.

Syarif menegaskan agar lebih jelas kasusnya dewan ingin ada gambaran dimana sebenarnya titik koordinat batas desa, yang masing-masing diklaim perusahaan sawit dan warga desa.

Sehari sebelumnya, puluhan warga Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Batola nglurug ke DPRD setempat, Rabu (17/7/19).

Warga mengeluhkan PT TAL telah mengoperasikan alat berat untuk menggarap lahan perkebunan sawit di wilayah desa mereka, sehingga membuat resah warga.

Sekdes Jambu Baru, Halidi saat membacakan surat penolakan dengan tegas menolak segala aktivitas perusahaan perkebunan sawit di wilayah desa setempat baik PT TAL atau perusahaan lain.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved